Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Budaya

ALAT MUSIK KARINDING DAN CELEMPUNG SUNDA JAWA BARAT

Admin21 Desember 20230 views3 menit baca

Jawa Barat // Penasakti.com – Karinding adalah alat musik tradisional Sunda yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara ditiup.

ALAT MUSIK KARINDING DAN CELEMPUNG SUNDA JAWA BARAT
Alat musik ini memiliki suara yang khas dan unik, serta telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Sunda sejak zaman dahulu.
ALAT MUSIK KARINDING DAN CELEMPUNG SUNDA JAWA BARAT
Selain memiliki nilai seni dan keindahan, karinding juga dianggap sebagai alat musik yang memiliki nilai spiritual dan dipercaya dapat memberikan kesejahteraan bagi pemain dan pendengarnya.

Alat musik ini terbuat dari sebatang bambu dengan ukuran sekitar 15 cm – 20 cm dan memiliki lubang-lubang kecil pada salah satu sisinya.

Karinding dimainkan dengan cara ditiup, dan suara yang dihasilkan berasal dari getaran yang terjadi saat udara ditiupkan melalui lubang-lubang kecil tersebut. Karinding memiliki suara yang khas dan unik, sering dianggap sebagai suara yang menyerupai suara binatang, seperti burung dan serangga.

Dalam kebudayaan Sunda, karinding juga dianggap sebagai alat musik yang memiliki nilai spiritual.

Konon, karinding digunakan oleh para dukun dan pejabat adat Sunda untuk memanggil roh leluhur dan dewa-dewa dalam upacara adat.

Karinding memiliki nilai seni dan keindahan tersendiri, dan menjadi salah satu bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan diapresiasi.

Pemain harus meniup bagian lubang kecil pada Karinding dengan kuat dan konsisten untuk menghasilkan getaran dan menghasilkan suara.

Selain itu, pemain juga dapat menekan atau membuka bagian bibir untuk mengatur volume dan intonasi dari suara yang dihasilkan, pemain juga dapat melakukan variasi teknik seperti menggoyangkan Karinding atau menepuk-nepuknya untuk menghasilkan suara yang berbeda.

Sedangkan alat musik celempung sama halnya dengan karinding terbuat dari bambu, salah satu alat musik tradisional Indonesia yang memiliki suara yang khas dan indah.

Alat musik ini terdiri dari sejumlah senar yang dipetik dengan menggunakan jari atau alat pemetik yang disebut plectrum dan celempung di daerah sunda dengan cara dipukul, Selain digunakan dalam pertunjukan musik tradisional, celempung juga sering dimainkan sebagai alat musik pengiring dalam upacara adat dan keagamaan.

Dalam catatan sejarah, celempung disebutkan sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit, Pada abad ke-14 Masehi.

Pada masa itu, celempung digunakan sebagai alat musik pengiring dalam berbagai acara adat dan upacara keagamaan.

Selanjutnya, pada abad ke-19, celempung mulai dikenal di luar Indonesia, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, saat para musisi dunia mengunjungi Indonesia dan membawa pulang berbagai alat musik tradisional, termasuk celempung.

Cara menggunakan alat musik celempung Ambil celempung dengan posisi horizontal, letakkan di atas pangkuan atau meja.

Pilih senar yang ingin dimainkan, lalu petik dengan menggunakan jari atau plectrum.

Teknik petik pada celempung adalah dengan melakukan gerakan cepat ke bawah dan ke atas pada senar yang dipilih. Gerakan ini biasa disebut dengan istilah “poyeng”.

Pada celempung, terdapat senar bass (senar paling kiri) dan senar treble (senar paling kanan).

Untuk memainkan melodi, senar treble dipetik secara bergantian dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Sedangkan untuk mengiringi melodi, senar bass dipetik dengan ritme yang tetap.

Selain teknik poyeng, terdapat pula teknik pull off dan hammer on, yaitu teknik memetik senar dengan cara menarik atau menekan senar pada fretboard tanpa harus memetik ulang senar yang sama.

(Penulis Rudy Januar Sukabumi)