Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Aliansi Masyarakat Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai, Tegaskan Tolak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis

admin penasakti24 Juni 20260 views2 menit baca
Aliansi Masyarakat Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai, Tegaskan Tolak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis

SUKABUMI || Penasakti.com  – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis se-Sukabumi Raya menggelar aksi damai di Lapang Merdeka, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada hari Rabu 24 Juni 2026

Aksi ini membawa misi tegas untuk mendukung penuh keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menolak keras wacana moratorium atau penghentian sementara program unggulan nasional tersebut.

Aliansi Masyarakat Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai, Tegaskan Tolak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis
Aksi damai ini sekaligus menjadi gerakan responsif menyusul adanya gelombang kritik dan tuntutan evaluasi total yang sempat disuarakan oleh sejumlah elemen mahasiswa di Sukabumi beberapa hari lalu.

Kelompok aliansi menilai, usulan pembekuan program justru akan merugikan masyarakat kecil yang selama ini sudah menggantungkan hidupnya pada ekosistem MBG.

Koordinator Aksi, Yandra Utama Santosa, menyatakan bahwa Program MBG bukan sekadar urusan pemenuhan nutrisi bagi para pelajar di sekolah, melainkan motor penggerak ekonomi rakyat yang nyata di tingkat bawah.

Program Makan Bergizi Gratis harus tetap dilanjutkan. Di balik setiap porsi makanan yang diterima anak-anak kita, ada petani lokal yang menjual hasil panennya, ada pedagang pasar yang mendapatkan perputaran modal, dan ada pekerja dapur yang menggantungkan nafkah dari program ini.

Menyetop program ini sama saja memutus urat nadi ekonomi mereka, tegas Yandra di sela-sela aksi.
Efek Multiplier Ekonomi dan Catatan Aliansi.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Masyarakat Peduli MBG Sukabumi Raya menjabarkan tiga poin utama mengapa keberlanjutan program ini bersifat krusial.

Penyelamat Sektor Pertanian dan UMKM Kehadiran dapur-dapur MBG (melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG) menciptakan kepastian pasar (captive market) bagi para petani, peternak, nelayan, dan pemasok bahan baku lokal di wilayah Sukabumi.

Penyediaan Lapangan Kerja Baru Operasionalisasi program ini menyerap banyak tenaga kerja lokal, mulai dari juru masak, tenaga kebersihan, hingga kurir pengantar makanan.

Investasi SDM Jangka Panjang Intervensi gizi sejak dini mutlak diperlukan untuk memotong rantai stunting dan menyiapkan generasi kompetitif menuju Indonesia Emas.

Aliansi tidak menampik bahwa implementasi program berskala masif ini masih menghadapi beberapa tantangan teknis di lapangan.

Namun, mereka menegaskan bahwa solusinya adalah pembenahan tata kelola dan pengawasan ketat, bukan melakukan moratorium yang dapat menghentikan seluruh rantai pasok.

Aksi berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif di bawah pengawalan personel dari Polres Sukabumi Kota. Massa membubarkan diri secara teratur setelah menyampaikan aspirasi dan dokumen tuntutan mereka secara terbuka.

(Rudy Januar)