Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Lingkungan

Bangunan Rumah Kompos Dinas Lingkungan Hidup, Diduga Dijadikan Ajang Kewajiban dan Ilegal

Admin25 Desember 20240 views2 menit baca
Bangunan Rumah Kompos Dinas Lingkungan Hidup, Diduga Dijadikan Ajang Kewajiban dan Ilegal

Garut || Penasakti.com – Bangunan baru yang berada diatas tanah milik pemerintah, dulu tanah tersebut diduga milik dinas Perikanan dan Peternakan ( Diskannak ), letaknya berada di atas lahan produktif wilayah Situ Cangkuang.

Bangunan Rumah Kompos Dinas Lingkungan Hidup, Diduga Dijadikan Ajang Kewajiban dan Ilegal
Bangunan Rumah Kompos Dinas Lingkungan Hidup, Diduga Dijadikan Ajang Kewajiban dan Ilegal

Bangunan tersebut berdiri di Pulo Weddus, desa Cangkuang, kecamatan Leles, kabupaten Garut Jawa Barat, Rabu ( 25/12/2024 ).

Menurut keterangan salah satu warga bahwa betul bangunan itu didirikan hampir kurang lebih empat bulan setelah tiga bulan beres ditinggalkan atau dibiarkan begitu saja, awal mula tempat itu adalah sawah yang sedang ditanami padi.

Karena anggaran dari Dinas Lingkungan Hidup sudah turun otomatis bangunan harus segera di bangun, akan tetapi sawah tersebut padinya baru menguning belum bisa di panen, warga sempat kisruh menolak keras untuk tidak dibangun dulu tunggu dipanen padinya.

Tapi dari dinas LH tidak mengindahkan juga akhirnya muncul sdr, Angga yang menengahi dan berbicara kepada dinas, akhirnya dikasih waktu satu bulan padi itu dipanen, ucap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Selanjutnya warga menceritakan, setelah panen siang itupun langsung diadakan pengurugan, saat itu pekerja bangunan tersebut bukan warga setempat tapi dari desa Karangsari.

Pada saat pekerjaan berlangsung tidak terlihat papan informasi terpasang, menurut warga yang melintasi tempat itu, mereka justru tanda tanya gedung yang dibangun untuk apa, dan dari mana, semua tidak ada yang tahu.

Diduga proyek siluman tidak jelas peruntukan dan sumber anggarannya dari mana, konon menurut warga setempat pekerjaannya pun siang malam mungkin kejar target bangungan tersebut harus cepat selesai.

Setelah selesai warga masyarakat baru bisa melihat dan tau dari tulisannya kalau gedung itu untuk Rumah Kompos dari Dinas Lingkungan Hidup.

Pembangunan gedung itu malah sudah tiga bulan ini, belum digunakan di gedung itu tulisannya rumah kompos, warga sudah banyak bertanya kapan mau di pakainya bahkan ada beberapa warga yang mau melamar kerja kesitu tapi sampai sekarang belum terpakai juga,pungkas warga setempat.

Sangat disayangkan diduga anggaran untuk pembangunan Rumah Kompos yang digulirkan dananya dari Dinas Lingkungan Hidup sangatlah besar sampai ratusan juta rupiah yang dikeluarkan pemerintah.

Akan tetapi gedung tersebut terbengkalai sampai saat ini belum dipakai sebagaimana mestinya Rumah Kompos yang sebenarnya.

Gedung tersebut saat terpantau awak media pagar besi dalam keadaan tergembok kaca atas samping pecah, diduga Dinas Lingkungan Hidup cuma untuk melakukan kewajibannya saja untuk menyerap anggaran meraup keuntungan, itu salah satunya pemborosan dan hanya untuk menghamburkan uang negara.

(Dewi.S)