Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
PEMERINTAHAN

Begini Klarifikasi H. Yuyus Suryana, SH, Kades Kiangroke, Untuk Aliran Dana Ketahanan Pangan Tahap I Tahun 2024

Admin29 Oktober 20240 views2 menit baca
Begini Klarifikasi H. Yuyus Suryana, SH, Kades Kiangroke, Untuk Aliran Dana Ketahanan Pangan Tahap I Tahun 2024

Kab bandung || Penasakti.com – Berdasarkan hasil observasi kru Penasakti.com dilapangan juga informasi yang didapat dari narasumber red, mengatakan Ketahanan Pangan yang menyerap 20 % Dana desa, untuk tahap I Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, itu ke Hewani, Nabati dan JUT.

“””Begini Klarifikasi H. Yuyus Suryana, SH, Kades Kiangroke, Untuk Aliran Dana Ketahanan Pangan Tahap I Tahun 2024″””

Berbeda dengan klarifikasi H. Yuyus Suryana, SH, Kepala Desa Kiangroke ketika di konfirmasi regulasi dan realisasi Dana Ketahanan Pangan tahap 1 tahun 2024 itu sudah dibelanjakan ke 1 Unit Traktor merk Quik dengan Mesin Sedot Air 1 Unit yang di kelola oleh tiga kelompok tani.

Tapi H. Yuyus Suryana, SH, tidak dapat menjelaskan secara detail berapa pagu anggaran yang terserap dana desa tahap 1 untuk pembelanjaan satu (1) unit Traktor merk Quik dengan satu (1) unit mesin sedot air, itu yang lebih tahu Sekdes.

Regulasi nya juga diatur oleh UU yang merujuk pada anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) dan di buat dalam DRK, juga kita Musdes kan lalu di Upload ke DPMD Kabupaten Bandung langsung.

Sebenarnya kita ini belum menjadi Kurikulum Desa yang Merdeka, Kepala Desa murni hanya sebagai pelayanan masyarakat, pungkas Yuyus semua pagi anggaran direncanakan direalisasikan sesuai kemauan masyarakat, namun tetap DPMD Kabupaten Bandung yang menentukan.

Yuyus juga memaparkan kenapa Ketahanan Pangan di realisasikan ke Traktor dan Mesin sedot air, karena Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran masih ada lahan Pertanian, luasnya kurang lebih 180 Hektare, sedangkan untuk tahap 2 belum Pencairan.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media kenapa bukan ke ke hewani atau ke Nabati dan Jalan Usaha Tani, ucap Yuyus kalau ke Hewani itu riskan, dan hasilnya rata – rata tidak memuaskan, terkait Nabati dan JUT Kades Kiangroke tidak menjawab.

Ada hal yang menarik dikutip dari Yuyus saat di konfirmasi Kades Kiangroke mengatakan ” Cukup dua kali saja jadi kepala Desa capek, justru saya banyak nombokan, setiap ada warga yang sakit keluar duit, kalau pakai Ambulan saya harus keluar bensin belum yang lainnya.

Justru saya senang kalau di Publikasikan ucap kades Kiangroke, berarti saya sudah memberikan Informasi tentang APBDes, Pastinya saya dapat uang dari Wartawan yang memberitakan dan saya tunggu beritanya, pungkas Yuyus kepada salah satu awak media.

Namun,, sangat disayangkan ketika Redaksi Penasakti.com meminta waktu 15 atau 10 menit untuk mengkonfirmasi terkait BPJS ketenagakerjaan Bagi Masyarakat Rentan Miskin, agar dapat di Klarifikasi, Yuyus justru menolak “nggak bisa karena saya sudah ditunggu oleh masyarakat” ucapnya.

Bersambung…

(Red@)