Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Buntut Tayangan Trans7, Ratusan Masa di Kota Sukabumi Gelar Aksi Bela Ulama dan Pesantren

admin penasakti17 Oktober 20250 views2 menit baca
Buntut Tayangan Trans7, Ratusan Masa di Kota Sukabumi Gelar Aksi Bela Ulama dan Pesantren

Aksi Bela Ulama dan Pesantren

‎Sukabumi – Penasakti.com // Ratusan masa dari berbagai elemen melakukan aksi protes di Depan Mapolresta dan Balaikota / Pemda Kota Sukabumi pada Jumat ( 17/10/2025 ).

Buntut Tayangan Trans7, Ratusan Masa di Kota Sukabumi Gelar Aksi Bela Ulama dan Pesantren
Buntut Tayangan Trans7, Ratusan Masa di Kota Sukabumi Gelar Aksi Bela Ulama dan Pesantren
Buntut Tayangan Trans7, Ratusan Masa di Kota Sukabumi Gelar Aksi Bela Ulama dan Pesantren
Aksi protes yang dilakukan ratusan santri, alumni pesantren dan budayawan di Kota Sukabumi tersebut, merupakan buntut dari salah satu acara yang disiarkan stasiun televisi Trans7 yang dinilai telah melecehkan para ulama dan santri khususnya pondok pesantren Lirboyo.

‎Orator Aksi bela ulama dan Pesantren Ustadz Oyag menyampaikan, aksi tersebut muncul sebagai bentuk protes terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai oleh banyak pihak telah melecehkan tradisi, martabat, dan marwah pondok pesantren serta para Kiai dan Ulama khususnya yang dikaitkan dengan Pondok Pesantren Lirboyo.

‎Masa aksi menyatakan sikap, untuk membela kehormatan (marwah) para Kiai, Ulama, dan institusi pesantren yang dianggap sebagai lembaga pendidikan Islam tertua dan tumpuan umat.

‎Mereka menuntut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindak tegas pelanggaran etika penyiaran dan meminta Trans7 bertanggung jawab.

‎” Kami meminta Wakapolresta Sukabumi  supaya bisa menindaklanjuti pernyataan sikap dari para aksi pendemo dengan melaporkan Trans7 ke Mabes Polri dan Dewan Pers”, ujar ustadz Oyag.

‎Aksi bela ulama dan pesantren ini, lanjut Ustadz Oyag, juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah kota Sukabumi yang diwakili oleh asisten daerah dan PNS Kota Sukabumi.

‎”Bela Ulama dan Pesantren adalah gerakan moral dan kultural untuk mempertahankan kehormatan lembaga pendidikan Islam dan pemuka agamanya dari dugaan pelecehan di media massa”, pungkas Ustadz Oyag.

‎( Penulis : Rudy Januar )