Garut || Penasakti.com – Sudah dua hari hujan merata mengguyur wilayah kabupaten Garut, bahkan dari Sabang sampai Meraoke sudah memasuki musim hujan.


Akibat curah hujan yang tinggi dari sore hari sekira pukul 16.00 WIB sampai pagi ini, hujan belum juga reda hingga mengakibatkan banjir pada malam hari sekira pukul 21.00 WIB.
Terlihat genangan air mulai naik ke dalam pemukim, seperti di gerbang Perum Pesona Cipanas dan di perkirakan pukul 23.11 WIB, hingga setinggi lutut orang dewasa.
Dari pantauan awak media air menggenangi depan rumah blok A Jl. KH Anwar Musaddad Perumahan Pesona Cipanas desa Tanjung Kamuning kecamatan Tarogong Kaler Garut Jawa Barat, Selasa (10/09/2024 ).
Warga masyarakat yang ada di perumahan Pesona Cipanas harus antisipasi,
Diduga dampak dari pembangunan jalan KH Anwar Musaddad yang belum kelar, menurut warga sekitar karena sebelah jalannya belum di perbaiki.
Bahkan belum ada pembangunan untuk aksesoris bahu jalan dan drainasenya pun belum di perbaiki sehingga akses jalan masuk menuju ke Perumahan Pesona Cipanas Town Hourse.
Dampak lainnya akibat banjir adalah kiriman air dari saluran jalan Garut – Bandung yang melimpah ke jalan KH Anwar Musaddad, air masuk ke perumahan Pesona Cipanas, sampai saat ini pagi hari pukul 08 .05 WIB, air belum juga surut, terpantau oleh awak media sampai pagi ini.
Ungkapan dari sesepuh perumahan Pesona Cipanas akan kepedulian untuk lingkungan antisipasi banjir.
“Tolong untuk warga Pesona parit depan rumah di bersihkan dan perlunya gotong royong untuk mengantisipasi terjadinya banjir ke dalam lingkungan perumahan pesona Cipanas.
Karena memang ini salah satu dampak dari pembangunan jalan rabat beton yang di naikan, tidak disertakan pembenahan bangunan draenasenya.
Mohon pemerintah yang terkait segera menindaklanjuti pembangunan Draenase di jalan KH Anwar Mudaddad agar air tidak melimpah ke pemukiman Perumahan kami”, tegas tokoh yang tidak mau di sebutkan namanya.
(Dewi.S)
