Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERANDA

Dinas Perikanan Subang Sukses Gelar Program “Nyaah Ka Indung” di 7 Desa Pusakanagara

Admin26 Juni 20250 views7 menit baca
Dinas Perikanan Subang Sukses Gelar Program “Nyaah Ka Indung” di 7 Desa Pusakanagara

Inisiatif Mulia Bupati Kang Rey: “Nyaah Ka Indung” Menyentuh Hati Rakyat Subang

Subang, Penasakti.com – Pada hari Kamis, 26 Juni 2025, suasana haru dan penuh syukur menyelimuti tujuh desa di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Dinas Perikanan Subang dengan sigap dan penuh dedikasi melaksanakan Program “Nyaah Ka Indung”, sebuah inisiatif mulia yang digagas langsung oleh Bupati Subang, Kang Rey. Program ini tidak sekadar pembagian sembako, melainkan representasi nyata dari kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakatnya, terutama kaum lanjut usia dan jompo yang seringkali luput dari perhatian. “Nyaah Ka Indung,” yang secara harfiah berarti “Sayang kepada Ibu,” merefleksikan nilai-nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap para sesepuh, yang menjadi pilar dalam sebuah keluarga dan masyarakat.

Program ini dicanangkan oleh Bupati Kang Rey sebagai sebuah gerakan estafet. Artinya, pelaksanaan “Nyaah Ka Indung” tidak hanya berhenti pada satu titik atau satu instansi, melainkan harus terus bergulir dan melibatkan seluruh jajaran instansi di tingkat kecamatan dan desa yang tersebar di seluruh wilayah Subang. Visi besar di balik program ini adalah menciptakan jaring pengaman sosial yang kuat, memastikan tidak ada warga Subang yang tertinggal dalam kesulitan, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang kerap kali tak terduga. Ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya.


 

Kolaborasi Lintas Sektoral: Sinergi Kuat untuk Keberhasilan Program

 

Keberhasilan pelaksanaan Program “Nyaah Ka Indung” di Pusakanagara tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang kuat antara berbagai pihak. Dinas Perikanan Subang, sebagai leading sector pada hari itu, menunjukkan kapasitasnya dalam mengorganisir dan mendistribusikan bantuan secara efektif. Namun, dukungan dari pemerintah desa setempat, aparat keamanan, hingga relawan masyarakat, turut menjadi kunci sukses.

 

Kehadiran Pejabat Penting Menjadi Bentuk Dukungan Penuh

 

Momentum penting ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dari Dinas Perikanan Subang, yang kehadirannya menjadi simbol dukungan penuh dan keseriusan terhadap program. Di antara mereka adalah Agung Nugroho, S.Sos selaku PLT Kepala Dinas Perikanan, yang memimpin langsung jalannya acara. Turut hadir pula Andriana Lesnanda, A.Pi selaku Kepala Bidang Tawar, yang memiliki peranan penting dalam koordinasi teknis, serta Udin Saepudin, S.Stpi selaku Kepala Bidang Payau, yang turut memastikan kelancaran distribusi. Tak ketinggalan, Budi Rahman, S.Pi, M.Si, beserta seluruh Kepala Seksi (Kasi) dan staf Dinas Perikanan, turut bahu membahu di lapangan.

Kehadiran para pejabat ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga bentuk nyata dari pengawasan dan kepastian bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima manfaat, mendengarkan keluh kesah, dan memberikan semangat, menciptakan suasana yang lebih personal dan akrab. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bersifat transaksional, tetapi juga membangun jembatan emosional antara pemerintah dan rakyatnya.


 

Detil Pelaksanaan Program: Jangkauan Luas, Dampak Signifikan

 

Pelaksanaan Program “Nyaah Ka Indung” di Kecamatan Pusakanagara mencakup tujuh desa, yang tersebar di berbagai pelosok. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada data valid mengenai keberadaan masyarakat miskin, khususnya lansia dan jompo, yang memang membutuhkan uluran tangan. Setiap paket sembako yang dibagikan telah diperhitungkan dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga kebutuhan pokok lainnya.

 

Proses Identifikasi dan Verifikasi Penerima Manfaat

 

Sebelum pelaksanaan distribusi, tim dari Dinas Perikanan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan identifikasi dan verifikasi data penerima manfaat. Proses ini dilakukan dengan teliti untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi duplikasi. Data yang akurat menjadi fondasi utama keberhasilan program ini, menghindari potensi kecurangan atau salah sasaran. Pendekatan ini mencerminkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap program pemerintah.

 

Logistik dan Distribusi yang Efisien

 

Mengingat wilayah Pusakanagara yang cukup luas dengan akses yang beragam, tantangan logistik menjadi krusial. Namun, berkat koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, proses distribusi berjalan lancar dan tertib. Armada yang memadai, tim yang sigap, dan pengamanan yang terkoordinasi memastikan setiap paket sembako tiba di tangan penerima tanpa hambatan berarti. Hal ini menunjukkan profesionalisme Dinas Perikanan dalam menjalankan tugas sosialnya.


 

Testimoni dan Harapan: Suara dari Lapangan

Suasana haru terlihat jelas di wajah para lansia dan jompo yang menerima bantuan. Senyum merekah, tatapan mata penuh rasa terima kasih, menjadi pemandangan yang tak ternilai harganya. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya sekadar sembako, melainkan secercah harapan dan bukti bahwa mereka tidak dilupakan.

 

Keterangan PLT Kadis Perikanan Agung Nugroho, S.Sos

 

Dalam kesempatan wawancara dengan awak media, Agung Nugroho, S.Sos, PLT Kepala Dinas Perikanan Subang, dengan suara bergetar namun penuh kebanggaan menyampaikan, “Program Nyaah Ka Indung merupakan kegiatan amal sekaligus pembagian sembako untuk para kaum jompo serta manula yang langsung diperintahkan oleh Bupati Subang.” Pernyataan ini menegaskan bahwa program ini adalah mandat langsung dari pucuk pimpinan daerah, menunjukkan prioritas utama pemerintah dalam menangani kesejahteraan masyarakat.

Agung Nugroho juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Tak lupa saya ucapkan terima kasih pada para Kabid, Kasi, staf Dinas Perikanan serta Camat Pusakanagara dan Kepala desa yang berada di wilayah setempat yang telah membantu melaksanakan kegiatan Program Nyaah Ka Indung dari awal hingga akhir berjalan lancar.” Ungkapan terima kasih ini menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Ia menambahkan, “Kami selaku salah satu instansi pemerintah yang berada di wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Subang hari ini Alhamdulillah dapat melaksanakan Program Nyaah Ka Indung memberikan bantuan di 7 Desa Kecamatan Pusakanagara dengan tertib, aman terlaksana.” Pernyataan ini menjadi penutup yang menegaskan keberhasilan dan kelancaran program, sekaligus memberikan gambaran positif tentang kinerja birokrasi Subang.


 

Dampak Jangka Panjang: Lebih dari Sekadar Bantuan Sembako

 

Program “Nyaah Ka Indung” memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar pembagian sembako. Bantuan ini secara langsung berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin, khususnya para lansia dan jompo yang pendapatannya terbatas atau bahkan tidak ada. Dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan pokok, mereka dapat mengalokasikan dana yang ada untuk keperluan lain, seperti obat-obatan atau biaya berobat, yang seringkali menjadi beban berat.

 

Meningkatkan Kualitas Hidup dan Kesehatan Lansia

 

Ketersediaan sembako yang cukup dapat berkontribusi pada peningkatan asupan gizi para lansia, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kesehatan mereka. Lansia yang sehat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, dapat berinteraksi lebih aktif dengan lingkungan, dan merasa lebih berharga. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia di Subang.

 

Memperkuat Kohesi Sosial dan Rasa Persaudaraan

 

Selain dampak ekonomi dan kesehatan, program ini juga memiliki efek positif dalam memperkuat kohesi sosial dan rasa persaudaraan di masyarakat. Ketika pemerintah dan masyarakat bahu-membahu membantu sesama, ikatan sosial akan semakin erat. Rasa kepedulian yang ditunjukkan oleh pemerintah akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh empati.


 

Visi Kang Rey untuk Subang yang Lebih Sejahtera: Inspirasi bagi Daerah Lain

 

Program “Nyaah Ka Indung” yang sangat disokong oleh Bupati Kang Rey merupakan suatu terobosan bantuan sosial yang patut diapresiasi. Visi beliau untuk menjadikan bantuan ini bermanfaat bagi kaum jompo dan manula agar dapat membantu perekonomian masyarakat di Subang, adalah sebuah langkah maju dalam mewujudkan kesejahteraan merata. Inisiatif semacam ini tidak hanya menunjukkan kepedulian seorang pemimpin, tetapi juga memberikan inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk menciptakan program-program serupa yang berpihak pada rakyat kecil.

Program ini adalah cerminan dari filosofi kepemimpinan yang mengutamakan rakyat. Dengan fokus pada segmen masyarakat yang paling rentan, Pemerintah Kabupaten Subang di bawah kepemimpinan Kang Rey telah menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari seberapa jauh kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakatnya dapat dirasakan. Ke depan, diharapkan program “Nyaah Ka Indung” dapat terus berlanjut dan diperluas jangkauannya, menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh penjuru Kabupaten Subang. (HDN)