Disnakertrans Jabar Bungkam, Mantan Karyawan PT Arta Boga Cemerlang Terlantar, Keadilan Tersandera Birokrasi
Kota Bandung – Penasakti.com // Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat kembali menjadi sorotan tajam.

Dinas yang seharusnya berdiri sebagai benteng perlindungan terakhir bagi para buruh dan pekerja, kini justru memperlihatkan wajah birokrasi yang diduga buta terhadap keadilan.

Kasus dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang menimpa sejumlah mantan karyawan PT Arta Boga Cemerlang menjadi bukti nyata buruknya pelayanan instansi ini.
Alih-alih memberikan solusi konkret, Disnakertrans Jabar justru memilih jalan pengecut, bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi oleh media pada Selasa ( 21/07/2026 ).
Sikap tertutup ini terlihat jelas saat awak media mendatangi kantor Disnakertrans Jabar untuk meminta kejelasan nasib para pekerja.
Hubungan Masyarakat (Humas) bersama dua staf Disnakertrans lainnya kompak mengunci mulut. Mereka enggan memberikan jawaban resmi dan terkesan menghindar dari kejaran pertanyaan wartawan.
”Untuk wawancara ini harus ada disposisi dari pimpinan”, ujarnya.
Fungsi pengawasan yang seharusnya menjadi marwah dinas ketenagakerjaan, terkesan mandul dan tak bertaji. Apakah Disnakertrans Jabar sudah kehilangan taringnya?
Sikap bungkam ini tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga menjadi preseden buruk bagi penegakan regulasi ketenagakerjaan di bumi Pasundan.
Ironisnya, dalam ketertutupan tersebut, pihak Disnakertrans sempat mengakui bahwa gelombang aduan dan konsultasi dari mantan karyawan PT Arta Boga Cemerlang sudah mengalir sejak tahun 2025 lalu.
Namun, pengakuan itu justru menjadi blunder yang menelanjangi borok kinerja mereka sendiri.
Jika aduan sudah masuk sejak tahun lalu, mengapa hingga pertengahan tahun 2026 ini belum ada tindakan nyata? Mengapa nasib para pengadu dibiarkan menggantung tanpa kepastian?
Sikap diam Disnakertrans Jabar ini memicu kritik pedas dari berbagai pihak. Disnaker dinilai seolah sengaja buta dan tuli terhadap penderitaan mantan karyawan PT Arta Boga Cemerlang yang sedang memperjuangkan hak-hak mereka.
Pembiaran yang berlarut-larut ini memunculkan spekulasi liar di masyarakat, apakah ada main mata antara penguasa birokrasi dan kekuatan korporasi, ataukah ini murni bentuk kemalasan administratif?
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun pejabat Disnakertrans Jabar yang berani keluar dan bertanggung jawab memberikan pernyataan resmi.
Sementara itu, para mantan karyawan PT Arta Boga Cemerlang harus terus menelan pil pahit, terjebak di dalam pusaran ketidakpastian hukum akibat kelalaian Dinas yang dibiayai oleh uang rakyat ini.
Keadilan bagi kaum pekerja di Jawa Barat tampaknya masih menjadi barang mewah yang mahal harganya.
( Penulis: Agus YL )

