Penasakti.com || Garut – Seiring dengan selesainya tahapan rekrutment Anggota PPS munculah wajah wajah baru yang mewarnai dunia penyelenggaran PILKADA tahun 2024 ini. 21/ 05/2024

Ditemui ditempat yang berbeda lebih tepatnya dihalaman Kantor Kecamatan Pameungpeuk Elsa Wiganda,M.Si yang merupakan salah satu Tokoh Pemuda juga Aktivis bersama salah satu peserta rekrutment Anggota PPS saudara Feri Rambasco.

Menyampaikan kekecewaan nya terhadap KPU kabupaten Garut juga terhadap para Anggota PPK terpilih di Kecamatan Pameungpeuk
Karena pada proses rekrutment PPS yang diselenggarakan di duga ada unsur Nepotisme karena banyak meloloskan anggota PPS yang kebanyakan keluarga para Anggota PPK yang ada di Kecamatan Pameungpeuk yang pada intinya jauh dari kata Profesional.
Pada penyelenggaran PILKADA tahun 2024 ini, disinyalir adanya banyak kepentingan dari sekelompok orang yang menitipkan kepentingan nya itu melalui para Anggota PPK dan PPS yang sudah terpilih.
Statment ini terlontar sesudah adanya data lapangan juga saksi yang mendengar langsung salah satu pejabat pemerintah di tingkat kecamatan kepada penyelenggara pemilu tingkat kecamatan
Yang mengatakan ” duh nilai CAT nage leutik peringkat nage terakhir deuih tp kalem lah aman da sudah terkondisikan pasti lulus “. Duh nilai CAT nya juga kecil peringkat nya juga terakhir lagi tapi tenang aman sudah terkondisikan pasti lulus.
Ini jelas melanggar kode etik yang tercantum dalam Peraturan DKPP No. 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik Dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.
Sungguh luar biasa buruknya rekrutment KPU Garut saat ini, jauh dari kata profesional ,terlalu banyak kepentingan juga titipan.
Kalo sudah seperti ini ,apakah Struktur KPU Garut masih layak dipertahankan?
Saya harap pejabat yang berwenang segera atasi ini semua, tuturnya.
Kepada awak media Elsa Wiganda mengatakan bahwa dia dan para aktivis yang tersebar di seluruh kabupaten Garut akan mengadakan Audensi ke kantor KPU Garut.
Untuk menanyakan Integritas KPU dalam rekrutment PPK dan PPS selama ini yang di nilai buruk sekali juga isu isu yang beredar adanya kerjasama terlarang pihak KPU Garut dengan sejumlah Pejabat Daerah.
(_berdasarkan data lapangan dan saksi yang ada_sudah diarsifkan_).
Statment dari Elsa Wiganda dengan lantang di sampaikan ,jadi intinya dengan adanya kejadian seperti ini ,bagaimana bisa berjalan dengan baik proses PILKADA tahun ini kalau saja awal rekrutment tingkah bawah nya sudah banyak kejanggalan dan juga nepotisme yang akan berujung timbul kecurangan.
Dan dipastikan bakalan ada yang masuk aliran Dana dari para Calon Kepala Daerah untuk memuluskan kepentingannya yang sudah di bangun saat ini.
Dan saya bersama rekan rekan aktivis pergerakan di sini tidak akan tinggal diam,kalau sampai itu terjadi pasti akan saya laporkan ke pihak yang berwenang untuk bertindak, pungkasnya
( Yana bilawa )

