Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Dugaan Pungli di SMPN 12 Kota Bandung,  Orang Tua Siswa Dipanggil Usai Posting di Medsos

Admin13 Maret 20260 views3 menit baca
Dugaan Pungli di SMPN 12 Kota Bandung,  Orang Tua Siswa Dipanggil Usai Posting di Medsos

Modus nya Buat “Tasyakuran Kelulusan”, Hingga Terjadi Dugaan Pungli

‎Kota Bandung – Penasakti.com // Dugaan pungutan liar ( Pungli ) berkedok sumbangan mencuat dari pengakuan sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 12 Kota Bandung, Jawa Barat.

Dugaan Pungli di SMPN 12 Kota Bandung,  Orang Tua Siswa Dipanggil Usai Posting di Medsos
Dugaan Pungli di SMPN 12 Kota Bandung,  Orang Tua Siswa Dipanggil Usai Posting di Medsos

Kabar dugaan pungli ini, sontak mengguncang sejumlah orang tua dan siswa bahkan kini sedang santer menjadi perbincangan ditengah kalangan masyarakat.

‎Tak tanggung-tanggung, sejumlah orang tua dan siswa SMP Negeri 12 Kota Bandung mengaku harus membayar biaya kegiatan tasyakuran kelulusan sebesar 350 hingga 375 ribu rupiah tiap satu siswa.

‎Menurut sejumlah informasi, dugaan pungli ini terjadi dalam rangka akan diadakannya kegiatan perpisahan oleh orang tua siswa yang dikoordinir melalui sejumlah koordinator kelas ( Korlas ).

‎Ironisnya, menurut chat di WhatsApp grub Korlas yang beredar, rencana kegiatan ini sudah menempuh perijinan dari pihak sekolah dan komite.

‎” Awalnya bertema perpisahan lalu dirubah menjadi tasyakuran dan muncul biaya yang dibalut dengan bahasa sumbangan, kalau sumbangan kan semestinya tidak muncul nominal angka yang keluar, sumbangan itu bersifat donasi”, ujar salah satu siswa.

‎Meski beberapa siswa ada yang mengaku telah mulai membayar, namun rencana kegiatan ini menjadi pro dan kontra, karena dianggap membebani sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 12 Kota Bandung.

‎Bahkan, bentuk protes terhadap rencana kegiatan yang dirasa membebani ini sempat diunggah oleh salah satu orang tua siswa di media sosial.

‎Alih-alih mendapat respon baik, justru orang tua siswa yang posting di media sosial tersebut dipanggil oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Kota Bandung dan diminta untuk segera melakukan penghapusan postingan tersebut.

‎” Beberapa orang tua ada yang berani membuat VT di tiktok, ujung ujungnya malah dipanggil pihak sekolah, ditanya kenapa bikin VT, lalu minta untuk dihapus karena takut sampai ke KDM”, ujar salah satu siswa lainnya.

‎Saat dikonfirmasi Tim Liputan Penasakti.com Jumat ( 13/03/2026 ), Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Kota Bandung Ike Fiesta Renny Hapsari dengan tegas menyampaikan, pihak sekolah memang sudah mengetahui rencana kegiatan tersebut.

‎Namun menurut Ike, pihak sekolah belum mengijinkan dan bahkan tidak akan memberi ijin apabila ada satu saja orang tua siswa yang merasa keberatan atau tidak setuju.

‎Rencana kegiatan ini, Ike berujar, merupakan kesepakatan para orang tua siswa dan bahkan sampai saat ini belum jelas kepastiannya apakah akan dilanjut atau tidak.

‎” Kami sudah mengingatkan jangan sampai muncul nominal karena itu pungutan, dan kalau memang ada yang tidak setuju kami akan batalkan bahkan kalau ada yang sudah membayar akan kami kembalikan semuanya”, ujar Ike Fiesta Renny Hapsari.

‎Sementara, terkait pemanggilan sejumlah orang tua siswa, Kepala SMP Negeri 12 Kota Bandung Ike Fiesta Renny Hapsari dengan gamblang mengakui, bahwa pihaknya memang memanggil sebanyak 5 orang tua siswa.

‎Namun, dengan tegas Ike membantah, pihaknya tidak pernah meminta kepada orang tua siswa untuk melakukan penghapusan postingan di media sosial. Ike menegaskan, pihaknya hanya menghimbau kepada sejumlah orang tua siswa untuk tidak sembarangan memposting di media sosial.

‎” Kami memang memanggil 5 orang tua siswa, tapi kami tidak minta menghapus postingan, kami hanya menghimbau para orang tua siswa untuk tidak sembarangan memposting di media sosial”, jelas Ike.

‎Kondisi ini diharap segera mendapat tindakan tegas dari pemerintah, utamanya Dinas Pendidikan Kota Bandung hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang beberapa waktu lalu telah mengeluarkan himbauan terkait kegiatan perpisahan disekolah yang membebani orang tua siswa.

‎Hingga berita ini ditayangkan, Kepala SMP Negeri 12 Kota Bandung Ike Fiesta Renny Hapsari belum bersedia memberikan keterangan secara visual kepada awak media.

‎( Penulis: Agus YL )