Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
PEMERINTAHAN

Erwan Effendi Direktur PT Bumi Lampung Persada Bantah Pengerjaan Proyek Yang Di Duga Amburadul Masyarakat Bilang Begini

Admin30 Oktober 20230 views3 menit baca

Penasakti.com // Pardasuka Pringsewu Lampung — PT Bumi Lampung Persada (BLP), selaku rekanan pelaksana proyek rehabilitasi ruas jalan menuju Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp27 miliyar membantah berbagai tudingan atas proyek yang masih dalam proses pengerjaan tersebut, Senin 30 OKtober 2023.

Direktur PT BLP, Erwan Effendi, mengatakan proyek tersebut awalnya adalah usulan Masyarakat melalui Desa kepada Presiden Jokowidodo, sejak tiga tahun lalu. Dan baru direalisasikan pada tahun 2023 ini. “Pertama ini adalah proyek APBN, berdasarkan usulan warga melalui pemerintahan Desa sejak tiga tahun lalu, dan baru tahun ini terealisasi,” kata Erwan Effendi melalui hak klarifikasi, koreksi dan hak jawabnya kepada salah satu tim media,

Erwan menjelaskan bahwa soal adanya batu dilokasi proyek, itu memang benar ada dan dibeli dari warga, sebagai bentuk memanfaatkan peran masyarakat sekitar, dan tidak benar jika dianggap batu asal-asalan. “Soal yang drainase yang runtuh, itu sudah di perbaiki. Dan pemasok material pasir yang tidak sesuai sudah kita putus kontrak, dan diganti dengan material pasir yang sesuai,” katanya.

Masyarakat dan awak media akan segera tagih janji konsultan pengawas proyek yang ada di pekon Selapan kecamatan Pardasuka kabupaten Pringsewu Lampung, hal itu disampaikan oleh Ahmad Munzir.dan Asril selaku aktivis masyarakat anti korupsi, ya terkait proyek dengan pagu 27,8 milyar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan menurutnya kita harus kritisi kritik bagi pengguna anggaran salah satunya yang direalisasikan untuk infrastruktur pembangunan tentunya harus kita sama-sama awasi dari awal pekerjaan sampai akhir dari proyek ini, jangan sampai hanya ada wujudnya saja tapi hasilnya amburadul karena sudah sama-sama kita ketahui setelah turun bersama ke lokasi Pekerjaan tersebut, adanya dugaan sulap menyulap didalam pengerjaannya diantaranya drainase dengan ketinggian lebih dari Dua meter tapi untuk dasar tidak menggunakan sepatu, yang sudah pasti sangat kita ragukan kelayakan dan kekuatan hasil pekerjaan tersebut,
Bahkan ada indikasi dugaan besi yang di gunakan untuk Rijid beton Adalah besi bekas bukan besi baru, bisa terlihat kondisi besi sudah mengarat
juga semuan temuan akan kita buka secara umum. Jelasnya

“Maka dari itu kami akan menagih janji konsultan pengawas gimana dia mengatakan tidak segan-segan untuk membongkar kembali hasil pekerjaan yang tidak maksimal, jangan jangan konsultan hanya janji saja setelah kami tunjukkan pekerjaan yang tidak benar jangan dia berkelit mencari pembenaran, karena sudah jelas dalam video rekaman tersebut dirinya menjelaskan drainase itu harus menggunakan sepatu nah berarti itu wajib dong, nah jadi nanti kami tunjukkan titik-titik tersebut dan kami tunggu apakah yang dia bicarakan itu terbukti atau tidak. Imbuhnya

Bila nanti setelah kami tunjukkan lokasi pekerjaan yang Ada dugaan banyak colongan , kami tagih janji dia kalau dia banyak alasan dan tidak mau membongkar kembali pekerjaan tersebut berarti memang benar adanya dugaan konsultan dan pihak pelaksana PT BLP adanya bisik-bisik kemupakatan jahat dan adanya dugaan pembiaran. berarti ada keturut sertaan konsultan pengawas dengan pihak pemborong kata Ahmad Munzir yang didampingi masyarakat yang ada di pekon pardasuka di antaranya Anhar dan pat Asril WAN ,Ahmad Munzir

Selanjutnya menjelaskan, “Kami sudah turun ke warga masyarakat dan menceritakan terkait pekerjaan proyek yang ada di pekon Selapan ini, yang besar dugaan adanya pihak pelaksana hanya ingin meraup keuntungan saja tanpa memperdulikan kualitas pekerjaan, dalam hal ini masyarakat sudah siap untuk menandatangani surat menolak hasil pekerjaan tersebut berapa yang dibutuhkan warga masyarakat siap, hal itu tentunya agar pekerjaan tersebut bila nanti sudah selesai surat tersebut di perbaiki kembali dan surat tersebut akan kami kirim ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung.Pungkasnya

 

( Tim/Red/MPS )

Bagikan:𝕏