Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Evaluasi Penulisan Resep Obat Golongan Psikotropika Kabid kesehatan Dr. Erna Menghindar Dikonfirmasi Awak Media

Admin19 Juni 20230 views3 menit baca
Evaluasi Penulisan Resep Obat Golongan Psikotropika Kabid kesehatan Dr. Erna Menghindar Dikonfirmasi Awak Media

Kota Bandung || Penasakti.com – Miris, tidak dihargai sama sekali kedatangan gabungan awak Media Penasakti, Bhayangkara 1, Media Polisi News dimata ASN Dinas Kesehatan Kota Bandung yang beralamat di Jalan Supratman No. 74 Kota Bandung Jawa Barat.

Awalnya Tim liputan PS, Mb1, PN, Kamis 15 Juni 2023 berkunjung untuk silaturahmi sekalian mau Konfirmasi ke Panitia dan Kabid Kesehatan Dinkes Kota Bandung terkait undangan salah satu Dokter ke Dinkes Kota Bandung, atas hasil rapat yang di laksanakan oleh IDI dari kementrian, Provinsi dan kegiatan kesehatan, dalam memberikan himbauan kepada semua Dokter di Kota dan Kabupaten Bandung.

Perihal sipat undangan ks:01.02/12494-dinkes /VI/2023.

Dengan isi undangan

Menindak lanjuti hasil monitoring dan evaluasi penulisan resep Obat golongan Psikotropika oleh Dokter Umum Praktek Mandiri.

Namun ketika di temui Staf nya Dr. Erna Kabid Kesehatan mengibuli para awak media, dengan alasan beliau sedang rapat, padahal rapat telah selesai, bahkan ketika di temui untuk yang kedua kalinya oleh awak media lagi – lagi salah satu ASN mengatakan Dr. Erna sedang ada tamu, sedikit penasaran saat di lihat ketempat pelaksanaan Rapat Aula Dinkes Kota Bandung justru kosong melompong.

Timbul rasa penasaran Tim liputan yang tergabung dari Media Penasakti, Mb1, Polisi News tetap menunggu, Berharap Dokter Erna bisa muncul karena rapat telah selesai, anehnya perihal pelaksanaan undangan kedokteran yang di hadiri oleh ikatan dokter Indonesia (IDI) Kota Bandung, dalam acara penyambutan pelayanan publik yang sesuai regulasi Dinkes, kedatangan awak media pun tak lain hanya ingin menjumpai meminta izin liputan dalam sesi undangan khusus kedokteran.

Masih dihari yang sama diseputaran Dinkes Kota Bandung, Tim liputan PS, Mb1, PN sempat mengkonfirmasi salah seorang Dokter yang enggan menyebutkan namanya, dikonfirmasi bagaimana hasil rapat undangan dan himbauan Dinkes memberikan penyuluhan untuk tidak memberikan resep sembarangan.

Bahwa Obat yang tidak sesuai Regulasi dari Dinas Kesehatan, ada pun bisa di berikan ke Pasien kalau dalam keadaan darurat harus sesuai SOP.

Celakanya lagi dibeberapa tempat Praktek Dokter di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Banyak Pasien yang menyalahgunakan Kartu Sehat, mereka menebus Obat keras bukan untuk dikonsumsi sendiri, namun dijual lagi oleh pasien tersebut dan diduga resep Dokter itu pun mereka beli dikomersilkan oleh Dokter Praktek.

Khususnya, kepada Dokter Umum yang berikan teguran keras, dalam penyuluhan undangan tersebut bersifat tertutup tidak untuk umum, papar salah seorang dokter yang tidak mau menyebutkan namanya saat dikonfirmasi.

Entah kenapa ketika awak media bertujuan untuk mengkonfirmasi Panitia acara juga Kabid Kesehatan, sebaliknya para ASN Dinkes Kota Bandung terlihat alergi dengan awak Media, tidak ada etika nya sedikit pun, jangan kan menawar kan untuk duduk atau menunggu, tapi mereka menghilang satu persatu menghindari wartawan.

(Red@_PS)