Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Gerakan Cinta Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Benteng Penyelamat Gizi Anak

Admin23 Juli 20261 views2 menit baca
Gerakan Cinta Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Benteng Penyelamat Gizi Anak

Gerakan Cinta Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Benteng Penyelamat Gizi Anak

‎Jakarta – Penasakti.com // Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) Gerakan Cinta Prabowo menegaskan komitmen penuhnya dalam mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret untuk menyudahi persoalan anak sekolah yang harus memulai proses belajar dengan perut kosong.

‎Ketua DPP Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan, menyatakan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan berdampak fatal pada tumbuh kembang dan performa akademis generasi muda. Kehadiran program MBG dianggap menjadi jawaban nyata atas darurat gizi nasional.

‎”Program ini adalah benteng penyelamat gizi anak-anak kita,” ujar Kurniawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

‎Secara rinci, Kurniawan memaparkan delapan manfaat krusial dari pemenuhan asupan gizi pagi hari melalui program MBG diantaranya, meningkatkan fokus dan daya tangkap belajar: nutrisi seimbang memasok energi optimal ke otak, meningkatkan daya tangkap, dan mencegah kantuk di kelas.

‎Pemutus Rantai Stunting: Menutup defisit gizi harian anak-anak dari keluarga pra-sejahtera guna menekan angka malnutrisi.

‎Stimulan Kehadiran Siswa: Kepastian mendapat makanan bergizi menjadi motivasi kuat bagi anak untuk lebih rajin ke sekolah.

‎Penguatan Imunitas: Asupan protein dan vitamin esensial membentengi daya tahan tubuh anak dari risiko penyakit.

‎Edukasi Pola Makan Sehat: Menu terukur melatih dan mengenalkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak dini.

‎Bantalan Ekonomi Keluarga: Secara langsung memangkas pengeluaran harian orang tua untuk pos anggaran sarapan dan uang jajan.

‎Optimasi Pertumbuhan Fisik: Memastikan perkembangan tinggi dan berat badan anak bergerak ideal sesuai standar usia.

‎Instrumen Kesetaraan Sosial: Menghapus sekat status sosial-ekonomi di sekolah lewat sajian makanan yang seragam.

‎Kendati demikian, Kurniawan tidak menampik adanya dinamika dan kendala teknis di lapangan dalam pelaksanaan program skala besar ini. Menyikapi hal tersebut, ia menuntut adanya sistem pengawasan dan evaluasi yang ketat serta transparan.

‎”Jika ada kekurangan atau kesalahan teknis di lapangan, sikap kita tegas: lakukan evaluasi secara terbuka, objektif, dan terukur,” cetus Kurniawan.

‎Ia menekankan bahwa evaluasi tidak boleh dijadikan alat politik untuk saling menjatuhkan. Sebaliknya, evaluasi harus ditempatkan sebagai koridor perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) demi menyempurnakan tata kelola dan distribusi logistik makanan.

‎Di akhir keterangannya, DPP Gerakan Cinta Prabowo mengetuk pintu kesadaran seluruh elemen masyarakat mulai dari orang tua, pendidik, hingga pemerintah daerah untuk bersinergi mengawal program MBG demi mencetak Generasi Emas Indonesia.


‎( Penulis: Rudi Januar )