“Adaptasi Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Dunia Akademik serta Pemanfaatannya untuk Riset Ilmiah”
(Penulis Rifki)
Bandung || Penasakti.com – 29 Juli 2025 – Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung menggelar kegiatan “Silaturahim dan Simposium”

Bertempat di Aula FEBI, Kampus 2 UIN Bandung, Selasa (29/7).

Meski berbalut tema akademik dan teknologi, agenda ini lebih dari sekadar forum ilmiah.

Ia menjadi ruang penting untuk memperkuat *ikatan kebersamaan, semangat berjamaah, dan konsolidasi nilai-nilai ke-NU-an* di lingkungan FTK UIN Bandung.
Acara yang dibuka dengan pembacaan tawassul dan Mahallul Qiyam ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ratusan jama’ah KBNU FTK.
Hadirin terdiri dari dosen, staf, mahasiswa, aktivis PMII, hingga tokoh NU dari Bandung Raya serta para demisioner PMII UIN Bandung.
H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D., selaku Dekan FTK UIN Bandung, dalam sambutannya menegaskan pentingnya merawat kebersamaan di tengah pertumbuhan jama’ah.
“la mengapresiasi agenda ini. Jama’ah KBNU FTK semakin membesar, dan kumpulan yang besar itu harus menjadi wasilah untuk saling membesarkan,” ujarnya.
Sementara itu, “Prof. Dr. Dudang Gojali, M.Ag.,” sebagai Ketua KBNU UIN Bandung, menyampaikan bahwa perbedaan motif dalam bergerak merupakan hal yang lumrah.
Namun harus ditautkan dengan satu tekad : memberikan manfaat nyata bagi jama’ah.
“Jama’ah KBNU itu tentu memiliki banyak motif dalam aksinya, namun kita semua harus memiliki tekad yang sama untuk mengupayakan kebermanfaatan yang kembali kepada jama’ah,” tuturnya.
Pesan penting juga disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMPSDM) Kementerian Agama RI.
“Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga nilai berjamaah sebagai kekuatan utama menghadapi zaman”.
Jika tidak berjamaah, siaplah menerima kepedihan karena sendirian. Hari ini tantangan kita luar biasa. Maka, hanya dengan berjamaah kita dapat menghadapinya.
Proses kaderisasi sangat penting untuk menjaga komitmen, dan nilai berjamaah itu hanya akan bermakna jika dijalankan secara terbuka dan jujur,” pesannya.
Agenda ini menjadi bukti nyata bahwa soliditas jama’ah, silaturahim lintas generasi, dan semangat kolektif masih menjadi kekuatan utama gerakan NU di kampus.
KBNU FTK UIN Bandung berkomitmen menjaga nilai-nilai itu sebagai fondasi pergerakan ke depan, seraya tetap membuka diri pada perkembangan zaman.
(Dilansir oleh Redaksi Penasakti.com)

