Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Berita Utama

Kebakaran Hutan Semakin Meluas di Beberapa Kabupaten Provinsi Riau, Kabut Asap Berdampak Pada Penglihatan dan Penyakit Ispa

Admin24 Juli 20250 views3 menit baca
Kebakaran Hutan Semakin Meluas di Beberapa Kabupaten Provinsi Riau, Kabut Asap Berdampak Pada Penglihatan dan Penyakit Ispa

“Kebakaran hutan di beberapa Kabupaten, tersebar di Provinsi Riau, berdampak pada kesehatan hinga warga masyarakat banyak yang terjangkit penyakit ISPA”

Riau // Penasakti.com – Hingga hari ini Kamis 24 Juli 2025, Kebakaran hutan semakin meluas merambat ke berbagai Kabupaten di Provinsi riau, dan belum dapat dipadamkan walaupun Institusi TNI/Polri, BPBD dan Satuan Dinas lainnya sudah diturunkan ke berbagai titik lokasi kebakaran Karhutla.

Kebakaran Hutan Semakin Meluas di Beberapa Kabupaten Provinsi Riau, Kabut Asap Berdampak Pada Penglihatan dan Penyakit Ispa
Kebakaran Hutan Semakin Meluas di Beberapa Kabupaten Provinsi Riau, Kabut Asap Berdampak Pada Penglihatan dan Penyakit Ispa

Berdasarkan hasil penelusuran tim liputan Penasakti.com beberapa hari lalu, titik api berada di Kabupaten Indragiri hilir, Kabupaten Rokan hulu, Kabupaten Kampar, Rokan hilir, Pelalawan, Bengkalis dan Dumai, kabut asap hingga menyelimuti Kota Pekan baru Riau, hingga negara tetangga.

Kebakaran hutan yang terus menyusur meluas ke lahan Gambut dibeberapa Kabupaten Provinsi Riau, saat ini ada kurang lebih 600 Hektare dilalap si jago merah, yang mengakibatkan baku mutu ambien atau polusi udara.

Akibat Kebakaran hutan tersebar di beberapa Kabupaten, yang belum dapat dipadamkan hingga sekarang, berdampak fatal hingga membuat masyarakat Provinsi Riau semakin Resah, bahkan warga masyarakat mulai terjangkit Penyakit Ispa sesak napas.

Provinsi Riau memang terkenal dengan lahan gambut, namun masih banyak juga oknum yang nakal demi kepentingan pribadi merusak lahan, tanpa memikirkan akibat nya.

Padahal sejak bulan Juli tahun 2025, Polda Riau telah menangkap 29 orang tersangka kasus karhutla dengan luas yang terbakar mencapai 213 hektare lahan. sementara itu, sepanjang Januari-Juli 2025, Polda Riau telah menangkap 44 orang tersangka karhutla.

Namun tidak membuat efek jerah bagi pelaku penjarahan dan perusak hutan, bahkan pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit pun terkesan tutup mata tidak berperan aktif menjaga hutan dan lingkungan, agar tidak terjadi kebakaran.

Tim liputan Penasakti.com sempat meminta informasi melalui pesan Whatsapp ke Kapolsek Tebing Tinggi Barat Iptu. Iskandar Nopianto, pungkas beliau dampak dari kebakaran lahan adalah ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Masih kata Iptu. Iskandar Via Chatting WhatsApp nya : saat ini belum diketahui apakah ada lahan Perusahaan yang terbakar atau tidak, akan tetapi kebakaran hutan yang belum bisa dipadamkan ini, berdampak pada kesehatan warga masyarakat dibeberapa kabupaten, termasuk asap dari kebakaran tersebut sudah meluas ke Provinsi tetangga.

Warga masyarakat meminta agar Gubernur Riau, sesegera mungkin mencari solusi bagaimana sudah kebakaran hutan di Provinsi Riau saat ini tidak meluas, dan sangat berakibat fatal kepada kesehatan masyarakat Provinsi Riau khususnya.

Gubernur Riau harus menginstruksikan agar Bupati bekerja sama menjaga dan mengawasi supaya masyarakat jangan membakar hutan, sanksi tegas dan sanksi berat ditegakkan, termasuk Perusahaan HTI yang ada di Provinsi Riau harus berperan aktif untuk menjaga hutan dan harus membantu Memadamkan api yang masih melalap lahan Gambut.

( penulis Misrawansyah, S.P)