Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Pendidikan

Kepsek MTsN 1 Lampung Selatan Perintahkan Seluruh Guru Mapel Mengajar Penjaskes, Kenapa Tidak Cari Guru Baru?

Admin24 Mei 20250 views2 menit baca
Kepsek MTsN 1 Lampung Selatan Perintahkan Seluruh Guru Mapel Mengajar Penjaskes, Kenapa Tidak Cari Guru Baru?

Lampung Selatan || Penasakti.com – Keputusan mengejutkan datang dari Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan yang memerintahkan seluruh guru mata pelajaran (mapel) untuk turut serta mengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjaskes).

Kebijakan ini menimbulkan berbagai reaksi dari kalangan guru dan orang tua murid, terutama terkait efektivitas dan kompetensi pengajar dalam bidang tersebut.

Menurut informasi yang diterima, langkah ini diambil akibat kekosongan tenaga pengajar Penjaskes yang hingga kini belum terisi.

Alih-alih merekrut guru baru atau mengajukan penambahan formasi ke Kementerian Agama, pihak sekolah memilih untuk menugaskan guru dari berbagai mata pelajaran lain – termasuk guru Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA – untuk sementara mengampu pelajaran olahraga.

Menurut informasi yang dihimpun, kebijakan ini mulai diberlakukan sejak awal semester genap tahun ajaran 2024/2025.

Artinya kekosongan ini sudah hampir 1,5tahun,tidak memungkinkan apabila mengadakan tenaga pengajar baru anggarannya tidak ada.

Kondisi ini menimbulkan keresahan karena banyak guru merasa tidak memiliki kompetensi maupun pelatihan yang memadai untuk mengajar Penjaskes.

Selain itu, siswa dinilai tidak mendapatkan materi yang sesuai dengan standar kurikulum karena keterbatasan kemampuan guru pengganti.

Meski demikian, para orang tua dan pemerhati pendidikan mendesak pihak madrasah maupun Kementerian Agama untuk segera mencari solusi yang tepat, termasuk kemungkinan pengangkatan guru honorer Penjaskes agar siswa tetap mendapatkan hak belajar yang layak.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Jangan sampai siswa dikorbankan hanya karena masalah teknis administratif,” tegas Ketua Komite Sekolah dalam rapat koordinasi pekan lalu.

Team Lampung