Subang // Penasakti.com – Menanggapi Ketiga (3) Media dengan narasumber Deden Kuncir (Denkun) bersama jurnalisnya Yandi deraphukum.click, halooberita.online dan Ridho dari www.60menit.co.id.
Ketua A-PPI Kabupaten Subang H. Dede sempat berkumpul di Mesjid Dispemdes Subang kurang lebih jam 16.00 WIB bersama Ketua LAK.
“””Ketua DPD APPI Kab. Subang Menanggapi Pemberitaan dari 3 Media Dengan Narasumber DenKun Sangat Santai”””
Terkait ramainya pemberitaan Kades Padamulya pada hari tanggal 8 Oktober 2024 oleh jurnalis Yandi deraphukum.click, halooberita.online dan Ridho dari www.60menit.co.id.
Yang memberitakan permasalahan Kades Padamulya dengan narasumber Ketua LAK idang.
H. Dede Ketua APPI Kabupaten Subang menanggapi pemberitaan hari kamis 10 Oktober 2024 lalu dengan senyuman santai.
Dalam narasi berita yang beredar sebagai narasumber sdr. Deden Kuncir dari 3 media, namun hanya 2 nama yang ada pada kolom terakhir Pemberitaan sebagai jurnalis Yandi dan Ridho. diberitakan oleh 3 media tersebut.
Tanggapan ketua APPI Kabupaten Subang ” Betul saya menjapri Deden Kuncir, seharusnya dia kaji dulu akumulasi dari kata “Break” dan saya sudah share di group.
Apabila ada pemberitaan dari media lain yang menjalur pada narasi hukum itu harus kita pelajari setidak nya ada observasi ke kedua belah pihak.
Kita sebagai Jurnalis harus berhati-hati dalam memberitakan kajian berita, dan jangan sampai ada perpecahan antara para jurnalis di Kabupaten Subang, harus kita telaah dan pelajari sumber yang tepat, pungkas Dede.
Saya pun mengerti aturan Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 mengatur tentang pers di Indonesia, apa yang dikatakan Deden Kuncir sebagai narasumber.
Perlu diketahui oleh rekan – rekan sesama kuli tinta, sedikit pun tidak ada niatan saya untuk menghalangi ataupun tidak memperbolehkan memuat berita.
Namun harus dipelajari dulu kalau menjurus ke jalur hukum, kita sebagai Jurnalis jangan sampai kita terpropokator oleh Narasumber yang akhirnya jadi korban.
Mereka bukan anggota A- PPI Kabupeten Subang, wajar-wajar saja seperti itu pada saya sebagai ketua, saya pribadi sama sekali tidak menaruh kebencian pada jurnalis Yandi & Ridho.
Walaupun saya tau siapa yang menyuruh mereka, tapi saya menjaga etika, etituted jurnalis jangan sampai terpecah bela walau kita beda Organisasi sebagai wadah Profesi kita.
Kepada Team A-PPI Kabupaten Subang kita tetap Solid sebagai keluarga Satu Pena dalam organisasi, adapun yang menggoyang atau menjelek kan saya dan Organisasi agar terpecah itu hal yang wajar.
Tetapi kita harus menyikapi semua ini dengan dewasa dan penuh pembelajaran, jurnalis tetap memegang teguh semboyan Satu Pena “Pungkas ketua A-PPI Kabupaten Subang.
(Zis)

