Penasakti.com // Kecamatan Kota Maba Halmahera Timur – Maluku Utara — Ketua kelompok Tani Irama Bati, desa Soalaippoh Kecamatan kota Maba Halmahera Timur menyurati Presiden Ir Joko Widodo, dengan perihal penyampaian keluhan dan jeritan masyarakat lingkar tambang PT IWIB di kmKabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. ( Minggu 7 Januari 2024 )
Menurut keterabgan Ketua Kekompok Tani kepada tim media Penasakti.com bahwa Kelompok tani irama bati ini dibentuk pada 10 Mei 2011 dengan ber anggotakan 62 orang tersebar di lima desa, Yaitu :
1.Desa Soa Sangaji
2.Desa Soalaipoh
3.Desa Wailukum
4.Desa Maba Sangaji
5.Desa Buli Asal.
“Adapun Luas lahan yang dimiliki kelompok tani irama bati seluas 11,837 Hektar, lahan tersebut adalah lahan leluhur kami dan dengan sumber tersebut menjadi sumber kehidupan kami dan keluarga, serta masyarakat disekitar tambang. Jelas ketua kelompok tani
“Dilahan kami tersebut 11,837 Hektar mengandung Fero Nikel,masuk dalam izin usaha pertambangan (IUP) PT Weda Bay Nikel (PT WBN)/ PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, (PT IWIB) dan pada tahun 2019 PT IWIB mulai merintis akses jalan menuju akses lahan kami seluas 4,494,19 Hektar dan sudah produksi sejak tahun 2021. Imbuhnya
“Singkat cerita setelah mendapatkan informasi PT IWIB sudah mulai mengusur lahan kami, maka kelompok tani mengadakan rapat dan menghasilkan keputusan dalam rapat untuk mengecek lokasi, ternyata informasi itu benar sudah terjadi pengusuran dilahan kami se luas 4,494,19 Hektar, lalu kami langsung melakukan aksi demo dengan melakukan pemblokiran jalan dengan menebang pohon-pohon, dan langsung mendapatkan tanggapan dari perwakilan external PT IWIB. Kata ketua kelompok tani
“Lalu terjadi Dialog antara kami kelompok tani dan perwakilan PT IWIB sebanyak dua kali pertemuan pada tanggal 16 oktober 2023 lalu dan 6 november 2023 lalu.urainya
“Pertemuan terakhir PT IWIB diwakili oleh Bapak Kakamsil Ginano dan bapak Anol, Pada intinya kami masyarakat Halmahera Timur sangat mendukung dengan program Bapak Presiden pelaksanaan Hilirisasi
dengan hadirnya projek strategis nasional didaerah kami.ungkapnya
“Dalam rapat ke 2 akan melakukan pengukuran kembali pada tangal 7 sd 9 November, dan ber janji setelah penggukuran akan dilakukan pembayaran namun sampai detik ini pembayaran belum juga dilakukan. Cetusnya
“Tuntutan kami masyarakat dari kelompok tani Irama Bati.
1.Ganti rugi yang ditetapkan PT IWIB pembebasan lahan sebesar Rp 2500.,/m2 (Dua Ribu Lima Ratus Permeter persegi) bagi kami adalah pelecehan dan penjajahan dimana lahan tersebut tempat mencari dan menghidupi keluarga kami semenjak dahulu,dengan dihargai sangat murah.
Kami tidak bisa membayangi kehidupan anak cucu kami kelak tanpa adanya lahan pertanian. Tugasnya
“Oleh sebab itu kami masyarakat lingkar tambang Kabupaten Halmahera Timur, kami meminta agar Papak Presiden Joko Widodo hadir membantu kami untuk memberikan solusi.
2.Kami Meminta agar PT IWIB melakukan pembayaran dibulan januari ini apabila PT IWIB tidak melakukan pembayaran dibulan ini, maka kami masyarakat lingkar tambang akan turun kelokasi dan memboikot semua kegiatan PT Weda Bay Nikel/PT IWIB dilokasi. Tegasnya lagi
“Harapan kami kelompok tani untuk bisa atau diberikan kesempatan bertemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo, untuk membicarakan masalah sebenarnya yang terjadi.Pungkasnya
(Pewarta : Rudi Sapari As)
