Penasakti.com // Jabar – Dalam melestarikan budaya yang ada di jawabarat bahwa di tanah sunda juga ada yang namanya kuda lumping. Kuda lumping tidak dimainkan begitu saja tanpa iring-iringan, tetapi pertunjukan dibantu alat musik tradisional.


Sudah pasti diperlukan halaman outdoor untuk menyelenggarakan tarian kuda lumping.
Tarian kuda lumping di sukabumi dahulu pendirinya pa tatang dari wilayah kelurahan subangjaya tepatnya di pasir ipis beliau melestarikan kesenian kuda lumping yang sekarang diteruskan oleh para pemain kuda lumping tersebut.
Permainan kuda lumping sering dimainkan oleh para pemaennya dengan kesurupan. Kuda lumping sudah tentu ada ritual tertentu sebelum para pemaen kuda lumping atraksi, dan ini tidak bisa di mainkan oleh orang yang belum berpengalaman.
Dan para penunggang kuda lumping terdiri dari beberapa orang yang telah disiapkan dalam permainan tersebut dengan menunggangi yang menyerupai kuda dengan kesurupan dan selalu diberikan berupa padi ataupun pecahan kaca dan benda benda keras lainnya yang akan dimakan oleh para pemaen kuda lumping yang sedang kesurupan.
Pelestarian budaya kuda lumping mungkin sekarang sudah mulai ditinggalkan oleh para pemuda karena mereka menganggap bahwa permainan tersbut identic dengan mengundang makhluk kasat mata, tetapi pelestarian budaya disini yaitu untuk menghibur penonton bahwa Indonesia itu kaya akan budaya yang diwarisi oleh para leluhur dahulu untuk mencintai negerinya sendiri.
(Yudi Januar)
