Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam

Admin1 Juni 20260 views3 menit baca
Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam

Garut – Penasakti.com // Dapur penyedia Makan Bergizi Gratis ( MBG ) SPPG Garut Kadungora Mekarbakti yang beralamat di Kampung Sawah Lega, RT 04 RW 06, Desa Mekarbakti, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat resmi ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional ( BGN ).

Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam
Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam

Langkah tegas yang diambil oleh BGN kali ini lantaran SPPG Garut Kadungora Mekarbakti yang dinaungi oleh Yayasan Cakrawala Global Sabilulungan beroperasi di lokasi yang sangat tidak higienis dan berdekatan langsung dengan kandang ayam dan kandang bebek.

Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam
Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam

Fakta memprihatinkan ini disampaikan langsung oleh Camat Kadungora Mohamad Badar Hamid kepada Penasakti.com di ruang kerjanya Jumat (29/5/2026).

Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam
Lagi-Lagi BGN Tutup Satu Dapur MBG di Kadungora, Kali ini Karena Beroperasi di Samping Kandang Ayam

Berdasarkan laporan yang diterima, kondisi fisik dapur dinilai sangat jauh dari standar kelayakan kesehatan.

‎”SPPG Mekarbakti ini sangat berdekatan dengan kandang ayam bahkan kandang bebek dan banyak lalat didalam dapur, kami mendapat surat tanggal 15 April agar SPPG Mekarbakti direkomendasikan diberhentikan sementara”, ujar Mohamad Badar Hamid.

‎Namun, di balik penutupan ini, terungkap sebuah ironi besar. Surat keputusan penutupan resmi dari BGN sebenarnya telah diterbitkan sejak bulan April lalu. Anehnya, fungsi pengawasan seolah mandul karena dapur tersebut terpantau masih terus beroperasi dan memproduksi makanan hingga bulan Mei.

‎Saat dicecar pertanyaan mengenai molornya eksekusi penutupan ini, Camat Kadungora berdalih hal tersebut terjadi akibat adanya miskomunikasi di lapangan.

‎Ia juga mengaku belum bisa memastikan sampai kapan batas waktu penutupan ini akan diberlakukan.Hingga saat ini, pihak kecamatan menilai hanya ada dua solusi mutlak untuk menyelesaikan sengkarut ini, memindahkan fasilitas dapur SPPG ke lokasi baru yang steril, atau menggusur kandang ayam yang berada di dekatnya.

‎”Karena saya dapat suratnya ini juga telat, jadi bisa saja kalau menurut saya sih itu lebih ke mis komunikasi, saya kira hanya ada dua solusi, dapur yang harus pindah mencari lokasi yang lebih steril, atau kandang ayam itu yang harus dibongkar dan dipindahkan,” pungkasnya.

‎Penutupan dapur MBG ini menjadi catatan hitam evaluasi operasional program makan bergizi di tingkat daerah, terlebih di Kecamatan Kadungora penutupan dapur SPPG bukanlah kali pertama dengan kasus berbeda diantaranya dugaan keracunan masal.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Garut Kadungora Mekarbakti belum memberikan keterangan resmi terkait kelalaian ini.

‎Tim Liputan Penasakti.com akan berupaya untuk meminta keterangan dari pemilik kandang ayam, apakah pihaknya bersedia apabila tempat usahanya harus tergusur oleh program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini.


‎( Penulis: Agus YL )