Garut – Penasakti.com // Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah bangunan liar di sepanjang jalan provinsi lintas Bandung–Garut, tepatnya di kawasan Kecamatan Leles, Kabupaten Garut pada Rabu (24/06/2026).


Langkah agresif ini diambil untuk menegakkan aturan dan mengembalikan fungsi bahu jalan yang selama ini tergerus oleh pelataran komersial ilegal.


Pembersihan jalur utama logistik dan wisata ini menyasar area mulai dari gapura perbatasan Bandung–Garut di wilayah Kecamatan Kadungora, kawasan Kecamatan Leles, hingga area Sudirman.
Sebelum Tim Bangunan Liar ( Bangli ) diturunkan, dinas terkait telah melayangkan surat peringatan resmi kepada para pemilik bangunan untuk segera memindahkan atau membongkar kios-kios mereka agar tidak mengganggu fungsi bahu jalan.
Bagi pemilik yang mempunyai hak atas lahan namun melanggar batas jalan, petugas membantu proses pemindahan material secara persuasif.
Namun, tindakan jauh lebih keras menanti para pelanggar yang bebal. Warga yang mendirikan bangunan di atas tanah negara tanpa izin dan menolak membongkar mandiri akan langsung dilaporkan ke SatPol PP Provinsi Jawa Barat untuk segera dilakukan pembongkaran paksa.
”Kami berkolaborasi lintas instansi untuk memastikan jalur ini bersih. Bagi yang tidak punya lahan dan tetap membandel, kami segera menyerahkan berkasnya ke Satpol PP Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan eksekusi bongkar paksa tanpa relokasi”, ujar Taufik Hidayatullah dari Tim Penertiban Bangunan Liar (Bangli) kepada Penasakti.com.
Operasi pembersihan ruang milik jalan (rumija) yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga UPTD Wilayah IV Provinsi Jawa Barat ini telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi antara lain, Satpol PP Provinsi Jawa Barat sebagai penegak perda, Polsek dan Polres Garut untuk antisipasi gesekan sosial, Dishub Provinsi Jabar guna mengurai kemacetan total selama proses eksekusi.
Langkah berani yang dilakukan di wilayah Kadungora dan Leles ini merupakan bagian dari realisasi konkret untuk menindaklanjuti instruksi langsung Gubernur Jawa Barat.
Target utamanya adalah membersihkan wajah jalan provinsi dari kumuhnya bangunan liar, mengurai simpul kemacetan kronis Bandung–Garut, serta menekan angka kecelakaan akibat terhalangnya jarak pandang pengemudi.
Pihak Dinas Bina Marga memastikan operasi bangli ini akan terus berjalan menyisir wilayah rawan lainnya di Jawa Barat.
( Penulis: Agus YL )

