Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Berita Utama

Lakukan Study Tiru Ditengah Defisit Anggaran Dinas PMD, Bupati dan Kades Se – pesawaran Dapat Sorotan Dari Aktivis G-MAKI

Admin29 Juli 20250 views4 menit baca
Lakukan Study Tiru Ditengah Defisit Anggaran Dinas PMD, Bupati dan Kades Se – pesawaran Dapat Sorotan Dari Aktivis G-MAKI

Aktivis G-MAKI

Penulis Ikbal

Penasakti.com || Pesawaran –  Kegiatan Study Tiru Kepala Desa Se Kabupaten Pesawaran di Desa Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan pada hari Jumat 25/07 sampai dengan minggu 27/07 dan pulang di hari senin.

Lakukan Study Tiru Ditengah Defisit Anggaran Dinas PMD, Bupati dan Kades Se - pesawaran Dapat Sorotan Dari Aktivis G-MAKI
Lakukan Study Tiru Ditengah Defisit Anggaran Dinas PMD, Bupati dan Kades Se – pesawaran Dapat Sorotan Dari Aktivis G-MAKI

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh team media kegiatan ini yang diselenggarakan oleh dinas PMD Kabupaten Pesawaran, Hal tersebut menuai keritik dari Mahmudin Aktivis Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (G-MAKI),

Menurut Mahmudin, Kegiatan tersebut dinilai sebagai pemborosan anggaran daerah yang tidak relevan, terutama di tengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil dan belum tuntasnya pembayaran gaji Aparatur Desa. Jelas Mahmudin

“Hal ini bentuk ketidak pekaan yang nyata. Bagaimana mungkin anggaran dialirkan untuk pelesiran ke Kepulauan Riau,

Sementara gaji Aparatur Desa tertunda sejak Mei hingga Juli 2025? Belum lagi kondisi gedung DPRD Kabupaten Pesawaran,

Yang sangat memprihatinkan keadaan nya, belum lagi perkantoran ( Pemda ) seperti hutan belantara yang tidak ter’urus”

Ia menegaskan, studi tiru semacam ini kerap tidak berdampak konkret bagi peningkatan kapasitas pemerintahan desa, dan hanya menjadi ajang pemborosan dana publik. Imbuh Mahmudin.

“Gaji Aparatur Desa Tertunda: Gaji terakhir dibayarkan pada April 2025. Tiga bulan berikutnya (Mei, Juni, Juli) belum dilunasi,

Hal itu tentunya mengganggu kesejahteraan tenaga kerja desa. Kondisi Fasilitas Publik Buruk Gedung DPRD Pesawaran dilaporkan dalam keadaan rusak parah, namun tidak menjadi prioritas perbaikan. Ungkap Mahmudin

Mahmudin melanjutkan, kegiatan Capacity Building ( Studi Tiru ) tujuan Teluk Bakau adalah untuk belajar dalam pengelolaan anggaran terkait BUMDES dan ketahanan pangan yang menghasilkan ke untungan ratusan juta.

Faktanya Bundes yang ada di Kabupaten Pesawaran bertahun-tahun meskipun milyaran dana di kucurkan untuk kemajuan Bundes tidak satupun ada yang berjalan bahkan tidak di ketahui lagi keberadaannya. Kata Mahmudin.

“Menjadi pertanyaan berdasarkan informasi yang di dapat dari pihak pelaksana memberikan larangan kepada kepala desa se-kabupaten Pesawaran agar tidak meng expos kegiatan tersebut melalui jejaring sosial hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kami. Cetus Mahmudin.

“Terkait kegiatan tersebut kami dari Aktivis Gerakan Masyarakat Anti Korupsi, menduga adanya kejanggalan dan di khawatirkan adanya tumpang tindih anggaran.

Baik daerah dan desa sama sama menganggarkan, karna dengan terselenggaranya kegiatan tersebut tidak adanya transparansi anggaran yang digunakan. Pungkas Mahmudin.

Kepala Dinas PMD Nur Asikin, saat fi konfirmasi team media dirinya enggan memberi klarifikasi terkait manfaat dan anggaran kegiatan studi tiru tersebut, menimbulkan tanda tanya atas akuntabilitasnya.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran, yang seharusnya menjadi penanggung jawab kegiatan, belum memberikan penjelasan memadai. Nur Asikin selaku Kepala Dinas terkesan bungkam dan menghindari konfirmasi team media.

Alokasikan anggaran untuk prioritas mendesak, seperti pembayaran gaji aparatur desa dan perbaikan infrastruktur publik,

Pemerintah harus membuka rincian dana studi tiru dan membuktikan manfaatnya secara transparan. Fokus pada penyelesaian utang gaji dan perbaikan fasilitas umum sebelum menggelar kegiatan berbiaya tinggi.

“Capacity building harus berbasis kebutuhan, bukan jalan-jalan. Jika tidak mendesak, batalkan! Daerah ini butuh solusi nyata, bukan pemborosan,” tegas Mahmuddin.

G-MAKI mendesak Bupati Dendi Ramadon mempertanggungjawabkan keputusannya dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan APBD di akhir masa jabatan nya.

Selanjutnya team media mengkonfirmasi Nur Asikin selaku Kepala Dinas PMD Pesawaran melalui via whatsapp dirinya menjelaskan, “Bbrp media sudah tadi sudah datang ke kantor untuk konfirmasi sudah saya terima

Mohon maaf saya langsung melanjutkan beberapa pekerjaan rutin tidak dapat melayani satu persatu sdr2 dari media

Pemda pesawaran merilis berita melalui dinas yang diberi kewenangan dalam hal ini kominfo.

Saya lagi yasinan belum sempat besok lagi dilanjut. Jelas Kadis PMD Pesawaran

Diberitakan Sebelumnya yang berjudul :

1.Bupati Bersama Kades Se Kabupaten Pesawaran Study Tour Di Desa Teluk Bakau Gunung Kijang Bintan Kepri https://infojejama.com/2025/07/27/bupati-bersama-kades-se-kabupaten-pesawaran-study-tour-di-desa-teluk-bakau-gunung-kijang-bintan-kepri/

2.Ketua APDESI Pesawaran, Study Tiru Keberhasilan BUMDes Teluk Bakau di Bintan, Fokus Pada Ketahanan Pangan
https://infojejama.com/2025/07/27/ketua-apdesi-pesawaran-study-tiru-keberhasilan-bumdes-teluk-bakau-di-bintan-fokus-pada-ketahanan-pangan/

(Red Penasakti.com)