Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Sejarah

“LEGENDA JAMPANG DAN EMPAT TOKOH JAMPANG”

Admin4 November 20230 views4 menit baca

Penasakti.com || Sukabumi – Sabtu, 4 Nopember 2023, legenda 5 mbah atau yang atau sesepuh yang katanya menjadi Karuhun atau nenek moyang orang jampang Karuhun yang dimaksud berhubungan dengan seorang tokoh bernama Adipati Jagabaya

“LEGENDA JAMPANG DAN EMPAT TOKOH JAMPANG”
“LEGENDA JAMPANG DAN EMPAT TOKOH JAMPANG”

Beliau adalah seorang pemimpin Kabupaten Galuh Imbanagara yang berkuasa sekitar tahun 1731 sampai 1751 masehi oleh Raden Jagabaya terletak di antara perseteruan pemerintahan kolonial Belanda dengan Kesultanan Mataram.

Hingga melakukan pelarian sampai ke daerah Jampang kulon-surade sekitarnya kisah tersebut tertulis dalam kitab kuno berjudul “HIDEUNG” yang diterjemahkan oleh sejarawan Sukabumi.

Anis Jati Sunda Lalu siapa saja embah yang dikenal sebagai Karuhun orang jampang dan sekitarnya satu eyang emas tersebutlah seorang ningrat keturunan Galuh Ciamis bernama Raden Mas surawijaya

Yang kemudian dikenal orang Jampang dan sekitarnya dengan nama Mbah Mas adalah putra dari Adipati Jagabaya terkenal dengan julukan dalem sawidak . Eyang emas diangkat menjadi wedana di Panjalu Imbanagara pada masa pemberontakan Pangeran Diponegoro pada tahun 1825 sampai 1830.

Galuh dan Panjalu diberi perintah oleh Mataram yang saat itu dalam kekuasaan Belanda agar mempersiapkan pasukan untuk mencegah pasukan negara di tepi sungai karena membela Pangeran Diponegoro menentang perintah tersebut lalu bermusyawarah dan 4 adiknya dan hasilnya mereka pergi secara diam-diam, tetapi bukan kabur karena takut.

Rombongan yang minggat jumlahnya kurang lebih 40 keluarga ditambah 4 saudaranya Tiga Saudara laki-laki dan satu saudara perempuan berangkat melalui jalur laut di pantai selatan pulau Jawa berlabuh di cilauteureun.

Selanjutnya berjalan kaki menyusuri Sungai Cikaso ke dahulu sampai di sebuah penyeberangan atau Sunda populer tasan disitulah melakukan babat alas atau membuka wilayah menghabiskan sisa hidupnya 2 Karang Bolong saudara laki-laki yang pertama Mbah emas bernama Raden Mas Marta negara menetap di kampung Karadenan sekarang bernama Cibitung.

Setelah meninggal kemudian dimakamkan di Karang Bolong atau hutan lindung Jati atau lebih yang tutupan Jati makanya Ia dikenal dengan nama Mbah Karang Bolong.

Alkisah Raden Mas martanegara kepung dua kekuatan pasukan Mataram pimpinan kisantanu dan pasukan kompeni pimpinan brojonoto awalnya Karangbolong bertarung dengan santanu kedua belah pihak saling menyerang dan saling bertahan segala kemampuan dan peralatan yang ada di kerahkan sehingga pertempuran pun semakin seru dan menegangkan korban mulai berjatuhan baik dari pihak mata-mata maupun dari pihak Raden Mas Marta negara.

Dalam keadaan pertarungan sedang sengit hubungan utusan company atau belanda yang dipimpin brojonoto diri dalam petaruangan tersebut sehingga kekuatan pasukan Mataram rasa ada bantuan dan kekuatan dengan kedatangan rombongan brojonoto bersama pasukannya

Singkat cerita Mbah Karang Bolong membuat siasat untuk mundur secara teratur dan membawa lari pasukannya ke arah selatan untuk menghindari musuhnya agar tidak mendekati pasukan yang berada di perkampungan baru yaitu Karadenan Cibitung Karangbolong mencoba memancing musuh agar mengejarnya dan sesampainya ke suatu tempat karang bolong di tempat inilah kedua belah pihak bertarung habis-habisan.

Akibatnya brojonoto merasa kelelahan sehingga mengalami kekalahan seluruh tubuhnya bersimbah darah karena terkena pedang Karangbolong melihat untuk mundur dan melepaskan Mbah Karang Bolong.

Yang ketiga adalah Mbah santri dalam nama aslinya adalah Raden Suri natamanggala dan ia adalah adik dari Mbah Emas pelariannya Bersama sang kakak Raden Suri natamanggala memilih menetap di cigangsa atau Surade hingga akhir hayatnya ada sebuah kisah tentang Mbah cigangsa

Konon dikatakan bahwa ia seorang sesepuh atau tertua yang tinggi ilmunya.

Dikiisahkan sesepuh dan memiliki kesaktian sacedu metu saucap nyata atau seucap nyata tersebut embah cigangsa mempunyai adik perempuan bernama Nyi Mas Surya Dewi cigangsa sangat menyayangi adiknya itu singkat cerita.

Saat Suradewi Meninggal saat melakukan perjalanan bangsa memberi nama wilayah kekuasaan adiknya dengan nama surade untuk mengenang adiknya itu jangan itulah asal mula nama surade.

Empat Embah bungsu saudara ketiga dari embah emas yang ikut pelarian ke tanah Jampang dan sekitarnya bernama untuk menjadi anak paling kecil yang tinggi dan dihormati oleh kakaknya Mbah cigangsa Menurut sumber Ikin ardisoma dan menetap di Hulu Sungai atau sekarang kampung purwasedar 2 jam di sekitar mata air Curug Akhirnya sampai saat ini masih terus memancarkan air walaupun sedang kemarau bisa jadi itu salah satu Karomah ketinggian ilmu seorang Mbah bungsu.

Lima Mbah bareum tidak ada hubungan persaudaraan dengan ke empat Mbah sebelumnya Namun demikian kisahnya saling berkaitan erat brojonoto yang berasal dari Jawa Tengah adalah seorang pemimpin pasukan yang diperintahkan compani atau Belanda yang mengejar Mbah Emas dan adik-adiknya

Pengejaran itu brojonoto melakukan duel dengan Karang Bolong bersimbah darah atau bereum artian Bahasa sunda sampai meregang nyawa brojonoto dimakamkan di dekat batu tumpang pinggir pantai banyak orang menyebutnya kuburan Mbah Beureum makamnya tidak jauh dari pinggir pantai Karang Bolong Kecamatan Cibitung.

(wartawan Rudy Januar Susafha,A.Md,SE,S.Pd,M.Si)