Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Berita Utama

Mantan Anggota DPRD Pesawaran Mempertanyakan Keabsahan Ijazah Calon Bupati Pesawaran No Urutkan 1

Admin27 Oktober 20240 views2 menit baca
Mantan Anggota DPRD Pesawaran Mempertanyakan Keabsahan Ijazah Calon Bupati Pesawaran No Urutkan 1

Mantan Anggota DPRD Pesawaran Mempertanyakan Keabsahan Ijazah Calon Bupati Pesawaran No Urutkan 1

Penasakti.com // PESAWARAN – Polemik dugaan ijazah paket bodong yang digunakan Calon Bupati (Cabup) Pesawaran Aries Sandi Darma Putra dalam mendaftar di KPU Pesawaran untuk mengikuti Pilkada serentak 2024 kembali menimbulkan spekulasi.

Mantan Anggota DPRD Pesawaran yang juga tokoh masyarakat Kabupaten Pesawaran Johnny Corne angkat bicara. Menurut Johnny terkait tentang keabsahan calon bupati yang mendaftar ke KPU dengan menggunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) harus melihat saja pada ketentuan yang berlaku.

“Bukankah kita semua mengetahui bahwa setiap fotocopy ijazah / STTB termasuk SKPI yang dipergunakan untuk melamar pekerjaan atau memenuhi persyaratan lainnya haruslah yang sudah dilegalisir dan pengesahan / legalisir tersebut dilakukan oleh pejabat yang berwenang di instansi / lembaga yang bertanggung jawab terhadap keaslian dokumen tersebut.

“Jika ketentuan ini tidak dilakukan berarti ada peraturan yang dilanggar,” kata dia, Minggu (27/10/2024)”.

Menurutnya, masyarakat pada era sekarang ini tidak akan menjadi ribut mempersoalkan keaslian ijazah, karena dapat dilihat dari adanya nomor ijazah, dimana pemerintah menyediakan sistem untuk melacaknya sehingga masyarakat dapat dengan cepat mengetahuinya.

“Kenyataannya SKPI yang dipersoalkan membuat masyarakat kehilangan hak untuk mengontrolnya karena SKPI tersebut tidak mencantumkan nomor ijazah persamaan yang hilang, tidak ada nomor induk yang bersangkutan, asal sekolah yang bersangkutan juga terkesan disamarkan karena SMA Negeri 1 itu ada banyak diseluruh Indonesia ini,” ujarnya.

“Jadi sangatlah wajar jika masyarakat menjadi curiga dan bertanya-tanya, diharapkan kepada instansi yang berwenang dan bersangkutan dapat menjelaskannya,” timpal dia.

Lebih lanjut Johnny mempertanyakan sikap diamnya Aries Sandi dalam polemik ini, karena kata Johnny tidak adanya klarifikasi dari yang bersangkutan membuat publik bertanya-tanya.

“Diamnya Aries Sandi tentu membuat banyak spekulasi, jika begitu justru menambah kuat dugaan kebodongan ijazahnya,” tutupnya.

(Ikbal)