Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Berita Utama

"Menanti Ibu di Ambang Pintu"

Admin30 Juli 20263 views2 menit baca
"Menanti Ibu di Ambang Pintu"

"Menanti Ibu di Ambang Pintu"

Sudah tiga pekan.

Tiga pekan sejak kabar itu datang.

"Evi Mentari sudah berpulang di Arab Saudi."

Sejak saat itu, rumah di Sukabumi ini tidak pernah benar-benar gelap. Lampu teras selalu menyala. Seolah kalau lampunya padam, Ibu tidak akan tau jalan pulang.

Di ruang tamu, ada 3 bocah yang masih menempel di jendela setiap sore.


Kakak baju orange yang dulu paling sering dipeluk Ibu.

Kak baju biru yang sekarang jadi "pengganti" bapaknya untuk menggendong adik.

Dan si bayi baju putih di tengah foto itu. Dia tidak mengerti. Dia masih suka merengek cari Ibu.

Mereka belum mengerti kata "innalillahi". Yang mereka tau, Ibu lagi kerja jauh. Dan "nanti Ibu pulang".

Tapi sampai hari ini, Ibu belum pulang.

Jasad Ibu masih terbaring di salah satu rumah sakit di Arab Saudi. Dingin. Sendiri. Jauh dari rumah, jauh dari anak-anaknya.

Ayah mereka sudah jungkir balik. Pintu ke pintu diketuk.

Sudah ke kantor pemerintaudah ke wakil rakyat di DPRD Kota Sukabumi. Sudah menangis di telepon sama siapa saja yang mau dengar.

"Pak, tolong anak saya... tolong istri saya pulang..."

Tapi jawabannya itu-itu saja: "Masih diproses. Masih menunggu. Masih terkendala biaya dan dokumen."

Tiga pekan. 24 hari. 576 jam.

Setiap jam rasanya seperti menelan bara.

Tetangga sudah mulai berbisik. "Kasian anak-anak itu..."

Tapi keluarga ini tidak mau menyerah. Tidak boleh menyerah.

Karena simpati saja tidak cukup, harus ada empati. Dan empati itu artinya: memulangkan Ibu.

Malam ini lagi-lagi mereka tidur bertiga, memeluk foto itu. Foto terakhir bertiga sebelum Ibu berangkat.

Si bayi bertanya polos, "Kapan Ibu pulang, Yah?"


Ayah hanya bisa memeluk erat, dan berbisik, "Doain ya Nak... biar Ibu cepet pulang ke rumah..."

Ya Allah...

Panjangkan kesabaran anak-anak ini.

Lembutkan hati para pemimpin yang punya kuasa.

Lancarkan jalan untuk memulangkan Evi Mentari ke pangkuan anak-anaknya.

Karena rumah tanpa Ibu itu dingin. Terlalu dingin.

Aamiin ya Rabbal 'alamin 🤲