Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Pendidikan

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Gelontarkan Rp. 133 Milliar Untuk 156 Sekolah di Garut

admin penasakti10 Januari 20260 views3 menit baca
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Gelontarkan Rp. 133 Milliar Untuk 156 Sekolah di Garut

Garut || Penasakti.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof,Dr,Abdul Mu’ti, M.Ed,,meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2025, Kamis (8/1/2026).

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Gelontarkan Rp. 133 Milliar Untuk 156 Sekolah Di Garut
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Gelontarkan Rp. 133 Milliar Untuk 156 Sekolah Di Garut

Acara diadakan di gedung Ballroom Al Musaddadiyah Jl.Mayor Samsu, desa Jayaraga ,kecamatan Tarogong Kidul dan dihadiri langsung Kemendikdasmen, Bupati Garut, kepala Disdik Garut dan kepala KCD, Kemenag dan pejabat – pejabat lainnya.

Turut hadir para kepala sekolah dari mulai PKBM,SD,SMP, SMA atau sederajat ,serta kepala Yayasan yang menerima manfaat bantuan pembangunan Revitalisasi tahun 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nasional untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul selaras dengan visi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan percepatan revitalisasi di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, ditargetkan sebanyak 16.171 satuan pendidikan selesai direvitalisasi.

“Alhamdulillah, sudah 95% selesai dikerjakan 100% insya Allah diakhir Januari ini secara keseluruhan sudah selesai ,” Ungkap Mendikdasmen

Khusus di Kabupaten Garut, program ini menyasar 156 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari SD (52 sekolah), SMP (31 sekolah), SMA (15 sekolah), SMK (20 sekolah), SLB (5 sekolah), hingga PKBM (2 sekolah), dengan total anggaran mencapai Rp133.940.275.240.

Ia menegaskan bahwa sistem pengerjaan secara swakelola merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Pelaksanaan secara swakelola itu memang ternyata memberikan dampak yang sangat positif berdasarkan penyelesaian lebih cepat, tepat, dan menyerap tenaga kerja di satuan pendidikan”.

Abdul Mu’ti juga membocorkan rencana penambahan 60.000 revitalisasi sekolah lainnya di tahun 2026.

Disisi lain Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menuturkan ,bahwa tadi saya dengar tahun depan masih banyak làgi revitalisasi, karena di Garut masih banyak sekali SD, terutama SD yang kondisinya masih rusak.

Meskipun ada perbaikan rusak berat,nanti saya ajukan lagi rekomendasi.

Saya berharap setahun dua tahun ini lewat proses OSS,kita fokus pada pengembangan kualitas,itu semuanya sudah ada lewat by online diajukan oleh sekolah masing – masing,semuanya 156 sekolah,

Kalau sekolah SD negeri di Garut kurang lebih 1500 ,SMP 400 kalau gak salah sebagian besar hampir 40% sampai kesana.

Disisi lain, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut antusias kunjungan Mendikdasmen.

Namun, di tengah kemajuan fisik bangunan, ia memaparkan tantangan besar pendidikan di Garut, khususnya terkait angka putus sekolah yang masih relatif jauh dari harapan.

Data menunjukkan adanya penurunan drastis minat melanjutkan sekolah: jenjang SMP turun 20%, dan jenjang SMA merosot hingga 40%. Faktor ekonomi, pernikahan dini, hingga akses teknologi digital menjadi penyebab utamanya.

“Kami berkomitmen menyelaraskan kuantitas dan kualitas melalui kompetisi cerdas cermat untuk meningkatkan sains dan literasi. serta cepat dan tepat untuk meningkatkan kemampuan kalkulasi/perhitungan atau numerasi.

Kami ingin anak-anak Garut memiliki _fighting spirit_ (semangat juang) yang tinggi melalui kebiasaan berkompetisi,” jelas Bupati.

(Dewi)