Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Berita Utama

Mengungkap Fakta Dibalik Isu Tersembunyi Tentang Dugaan Permainan BBM Bersubsidi

admin penasakti19 Desember 20250 views4 menit baca
Mengungkap Fakta Dibalik Isu Tersembunyi Tentang Dugaan Permainan BBM Bersubsidi

SPBU Ranca buaya dan SPBU Pameungpeuk Garut Selatan

‎Garut – Penasakti.com // Rabu siang 17/12/2025, Phonselku berdering keras berulang kali,  menandakan sebuah panggilan masuk yang terdengar sangat penting.

‎Dan benar, setelah aku mengangkatnya, panggilan itu datang dari Pimpinan Redaksi Penasakti.com yang sekaligus sebagai Ketua Tim Investigasi disaat kami melakukan liputan jurnalistik mendalam untuk mengungkap kebenaran dibalik isu tersembunyi.

‎Tanpa banyak basa-basi, kalimat yang terucap adalah sebuah perintah yang mana aku harus segera bersiap karena jemputan akan segera datang untuk menjalankan tugas investigasi terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

‎” Malam nanti kita akan melakukan investigasi tentang dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ucapnya dengan tegas.

‎Sebuah tugas yang tentu membutuhkan kehati hatian dan nyali besar karena tidak menutup kemungkinan kami akan berbenturan dengan kelompok-kelompok tertentu yang kami duga menjadi beking aktivitas tersebut.

‎Setelah berkumpul, kami memutuskan untuk segera berangkat dari pusat kota menuju pesisir pantai menyusuri jalan berliku selama kurang lebih 4 jam.

‎Perjalanan yang cukup melelahkan lantaran laju mobil yang kami gunakan sedikit melambat akibat kabut tebal yang menghalangi pandangan.

‎Sesampainya di pesisir pantai, kedatangan kami disambut oleh salah satu tokoh masyarakat setempat yang langsung menyuguhkan beberapa cangkir kopi sembari bercerita tentang dugaan aktivitas permainan BBM bersubsidi.

‎Dari obrolan tersebut, keluar kalimat mengejutkan yang diucapkan oleh seorang tokoh paruh baya yang menyebut nama Kepala UPT salah satu dinas yang diduga kuat sebagai penentu kuota subsidi BBM untuk para nelayan.

‎Meski tubuhnya sudah mulai menua, namun jelas, sorot mata tokoh masyarakat tersebut terlihat masih tajam manakala bergerak atas nama kepentingan rakyat kecil.

‎Jam dinding dirumah pak tua menunjukkan pukul 22.00 WIB, kamipun berpamitan dan memutuskan untuk bermalam di salah satu penginapan sambil menyusun strategi untuk menyingkap tabir dugaan aktivitas permainan BBM bersubsidi ini.

‎Keesokan harinya Kamis 18/12/2025, berbekal foto rekomendasi pembelian BBM bersubsidi dan informasi warga sekitar, kami mulai masuk mendatangi kantor UPT Dinas Kelautan untuk menanyakan prihal pengadaan BBM bagi para nelayan.

‎”Kami tidak menangani pengadaan BBM, kami hanya sebatas mengurusi sarpras pelabuhan”, ucap salah satu petugas.

‎Tim Investigasi Penasakti.com langsung bergegas pergi menuju SPBU untuk memastikan aktivitas yang terjadi di dua pom bensin terdekat.

‎Di SPBU pertama keadaan nampak biasa, namun di SPBU ke dua, potret fulgar aktifitas pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen terlihat dengan sangat jelas.

‎Tak hanya jerigen warna merah khusus nelayan, jerigen jerigen lain dengan kapasitas isi lebih banyak juga terlihat lalu lalang diangkut menggunakan mobil terbuka.

‎Kamipun berhenti sambil mengamati. Dua orang dari Tim Investigasi Penasakti.com turun dari mobil dan langsung mendekati salah satu kendaraan terbuka bermuatan jerigen yang sedang melakukan pengisian BBM bersubsidi.

‎Ketegangan mulai terjadi saat Ketua Tim Investigasi kami mengeluarkan kamera untuk merekam aktivitas pengisian BBM bersubsidi tersebut.

‎Dari salah satu sudut SPBU datanglah seorang berbaju hitam dengan penutup kepala yang langsung melontarkan kalimat bernada keras.

‎”Ngapain foto-foto ?”, tanyanya tegas.

‎Siapa orang tersebut? kami menduga dia bukanlah pegawai SPBU, melainkan bagian pihak lain yang bertugas mengawasi jalannya aktivitas pembelian BBM bersubsidi di pom tersebut.

‎Aku dan dua teman lainnya masih di dalam mobil dengan lensa kamera tidak berpindah tetap fokus membidik dialog yang sedang dilakukan Ketua Tim Investigasi dengan sejumlah pegawai pom dan orang berbaju hitam.

‎Salah satu dari mereka menyebut, aktifitas ini telah diketahui oleh pihak Desa dan Kecamatan, namun tanpa mengatakan nama Desa maupun Kecamatannya.

‎Tidak berlama lama, kami segera meninggalkan SPBU tersebut dengan membawa hasil dokumentasi aktifitas pembelian BBM bersubsidi tersebut.

‎Kami kemudian melanjutkan perjalanan untuk menemui salah satu Kepala UPT yang kami duga berperan melakukan pengawasan terkait pengadaan BBM bersubsidi untuk para nelayan.

‎Jawaban yang samapun kami dapatkan, Kepala UPT tersebut mengaku tidak mempunyai wewenang apapun terkait pengadaan BBM subsidi para nelayan.

‎Menurutnya, yang bertanggungjawab atas rekomendasi pengadaan BBM bersubsidi untuk para nelayan adalah UPT lain yang bersentuhan langsung dengan para nelayan.

‎”Kewenangan itu ada pada pak C, Kepala UPT yang menandatangani rekom”, jelasnya.

‎Kamipun langsung menghubungi pak C melalui sambungan telepon, namun alih-alih jawaban yang kami terima, nomor whatsApp teman kami justru diblokir.

‎Cukup dengan dokumentasi aktifitas di SPBU dan wawancara sejumlah narasumber mulai dari warga hingga salah satu Kepala UPT, kami memutuskan kembali ke pusat kota untuk melakukan konfirmasi dengan Kepala Dinas Terkait.

‎Namun, Berhubung jarak yang kami tempuh cukup jauh, sampai di pusat kota kantor Dinas sudah tutup dan kamipun belum bisa bertemu secara langsung dengan Kepala Dinas.

‎Bersambung………….

‎( Penulis: Agus YL )