Purwakarta || Penasakti.com – 14/11/24 beginilah sisi kehidupan para pelaku UMKM menengah kebawah yang terabaikan, para pedagang sekolah mengeluhkan dengan peraturan – peraturan yang notabene pelarangan kalau berjualan dilingkungan Sekolah.

Tidaklah sedikit Sekolah-sekolah di wilayah Purwakarta melarang Siswa-siswi nya jajan, padahal menurut salah satu pedagang yang gak mau disebut namanya udah memiliki sertifikat halal.

Yang terbaru pembuatan NIB, dengan dekatnya ke ajang pemilihan pilkada dan Pilgub para pedagang mengharapkan siapapun yang terpilih nanti bisa membantu menyelesaikan masalah ini.
Para pedagang mengakui mereka berjualan semakin dipersempit dengan dengan kebijakan-kebijakan yang gak pro rakyat.
Menurut salah satu pedagang “kami berjualan bukan untuk hal negatif, kami berjualan untuk menafkahi anak isteri kami, biaya sekolah, makan dan keperluan-keperluan keluarga untuk melanjutkan kehidupan.
Dipurwakarta banyak pabrik tapi apa daya karena para pedagang mayoritas udah berusia lanjut yang sudah gak bisa masuk kerja pabrik karena usianya dibatasi.
Para pedagang berharap setiap ada kebijakan harus ada solusinya, bukan kebijakan tanpa memberikan solusi, mereka berharap dipurwakarta berjualan bisa seperti dulu lagi untuk menopang kebutuhan keluarga yang semakin mahal.
Menghimbau untuk instansi-instansi terkait atau dinas sosial dan dinas pendidikan seyogyanya bisa memberikan sedikit rezeki kepada para pedagang untuk mengais rezeki dilingkungan sekolah.
Kami para pedagang meminta tolong agar diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta, karena kami juga butuh makan ucap salah satu Pedagang kepada Pewarta Penasakti.com.
(Rico sunarya)

