Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Berita Utama

Miris,, Dugaan Kasus Salah Diagnosis, Belum Ada Sanksi Tegas dari Kadinkes KBB ke Dokter Azmi dan Dokter Edi Kapus Gununghalu

Admin20 Desember 20240 views5 menit baca
Miris,, Dugaan Kasus Salah Diagnosis, Belum Ada Sanksi Tegas dari Kadinkes KBB ke Dokter Azmi dan Dokter Edi Kapus Gununghalu

Penasakti.com || Kabupaten bandung barat – Entah kapan akan berakhir nama baik Nana Supriatna dimata warga masyarakat desa Gununghalu, hingga sekarang masih terus menjadi perbincangan hangat, karena muncul lagi berbagai polemik yang menghujat mengintimidasi keluarga korban.

Miris,, Dugaan Kasus Salah Diagnosis, Belum Ada Sanksi Tegas dari Kadinkes KBB ke Dokter Azmi dan Dokter Edi Kapus Gununghalu
Miris,, Dugaan Kasus Salah Diagnosis, Belum Ada Sanksi Tegas dari Kadinkes KBB ke Dokter Azmi dan Dokter Edi Kapus Gununghalu

Bahkan sempat viral di bulan Maret 2024 lalu, akibat kecerobohan Dokter Azmi dan diketahui oleh Dokter Edi Kepala Puskesmas DTP Gununghalu Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat, yang telah mengeluarkan hasil diagnosis ke Pasien Nana Supriatna terpapar reaktif b20, bukan berawal dari suspek dulu.

Waktu itu Nana Supriatna sempat dirujuk oleh Puskesmas DTP Gununghalu ke RSUD Cililin, namun karena rujukan dari Petugas Puskesmas DTP Gununghalu telah mengeluarkan diagnosis ke Pasien Nana Supriatna terpapar reaktif B20, akhirnya ditolak oleh RSUD Cililin.

Hingga Pasien Nana Supriatna waktu itu dilarikan ke RSUD Cibabat Cimahi, dan setelah di dilakukan Pemeriksaan hasil Lab Pasien Nana Supriatna ternyata Non reaktif b20, termasuk hasil Lab Klinik Pramita juga mengeluarkan hasil Lab nya juga Non reaktif B20.

Tidak terima atas perlakuan Dokter Azmi yang segampang itu mengeluarkan hasil diagnosis nya, tanpa memikirkan Standarisasi alat kesehatan dan perlengkapan Puskesmas DTP Gununghalu, layak atau tidak ka mengeluarkan hasil Lab tanpa pembanding ke RSUD dulu.

Dina Futriana, akhirnya membawa kejadian yang menimpa ayahnya beberapa bulan lalu ke ranah hukum, berunjung pada Pelaporan, Dina melaporkan kejadian kepada ayah kandung nya tersebut ke Satreskrim Unit 3/Tipidter Polres Cimahi Polda Jawa Barat.

Namun dugaan kasus yang menimpa ayah kandung Dina proses penyelidikan nya sudah berjalan selama 7 bulan, bahkan sebentar lagi masuk tahun 2025, kekecewaan Dina Futriana memaparkan kepada awak media penyelidikan di Polres Cimahi, ungkapnya terkesan mendek.

Sisi lain disoal terkait kejadian yang menimpa ayah Kandung Dina, bak bola pimpong, lempar sana lempar sini, tidak ada satupun yang dianggap oleh Dina kooperatif, dan mungkin itu dirasakan oleh teman – teman media selama ini, Petugas medis Puskesmas DTP Gununghalu terkesan tutup mata lepas tangan.

Ketertarikan tim liputan Penasakti.com atas kejadian yang menimpa Nana Supriatna, kemana dinas kesehatan Kabupaten Bandung Barat selama ini, dan kenapa tidak tindakan atau sanksi administratif dan sanksi lainnya kepada yang diduga pelaku Dokter Azmi dengan Dokter Edi Kapus Gununghalu.

Penelusuran Pewarta Penasakti.com dan informasi yang didapat dari keluarga korban, terus ke menelisik bahwa katanya pernah ada sidak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat ke Puskesmas DTP Gununghalu, sejauh mana.

Karena sampai saat ini belum ada sanksi tegas atas kelalaian dan kesalahan yang membuat orang lain korban materi inmateril, termasuk nama baik pasien telah dicemarkan akibat kecerobohan dokter dengan segampang itu mengambil sikap, tidak terpikirkan dampak nya seperti apa.

Observasi Redaksi Penasakti.com dilanjut pada hari Rabu 18 Desember 2024, ke Kantor Dinas Kesehatan KBB, namun info dari salah satu ASN di Pelayanan mengatakan Kabid Yankes Dr. Hj. Lia N. Sukandar, MM. Kes, sedang berada di RSUD Lembang, karena beliau juga menjabat sebagai Plt.

Jawaban ASN staff pelayanan Dinkes KBB justru membuat Redaksi Penasakti.com semakin tertarik, hingga ke RSUD Lembang, lagi – lagi jawaban yang diterima oleh kru Penasakti.com, harus janjian dulu kalau mau konfirmasi, atau kirim surat dulu.

Redaksi Penasakti.com dihari yang sama via telpon juga menghubungi Sekretaris RSUD Lembang sdr, Aep, agar bisa ketemu dengan Dokter Lia, jawabannya coba saya sampai kan dulu, namun kelang beberapa menit Aep menyampaikan ke Redaksi Penasakti.com, beliau sedang sibuk.

Terkait apa yang disampaikan oleh Pewarta Penasakti.com sudah disampaikan oleh Aep ke Dokter Lia, Dokter Lia justru menyarankan silakan konfirmasi dan komunikasi ke Staff saya Bapak Renra Gustiawan, hal tersebut disampaikan oleh Aep kepada Penasakti.com.

Kru Penasakti.com tidak putus ada saat ada arahan dari Dokter Lia yang disampaikan oleh Aep dihari yang bersamaan langsung melakukan komunikasi via Chatting Whatsapp ke Renra Gustiawan Staf Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, karena via telpon tidak pernah angkat.

Mengutip Chatting yang disampaikan oleh Renra ” Klo Kadis, dulu pas awal kasus ini msh Plt. Pak Eriska, sy blm tau apakah Pak Kadis yg skrg sdh ada tembusan dr Kabid/Sekdis, sy udh lapor ke Kabid dan Sekdis, cm klo ke Kadis belum, itu Ranahnya atasan sy.

Renra Gustiawan Staff Yankes Diskes KBB via Chatting juga menyampaikan, Bukankah kasusnya udh di tangani pihak berwajib pak? Polres cimahi? Malahan infonya kan sedang penyelidikan?

Chatting Renra juga menyampaikan, Kami jg sdh upayakan dari semenjak waktu itu, agar kapus + jajaran dgn keluarga melakukan komunikasi yg baik, sdh kami panggil ke dinas, sdh di sidak jg ke Puskesmas oleh Bu Kabid dan lainnya.

Ungkapan yang sama Renra menjawab sy tdk berkompeten utk menanggapi ini duluan, takutnya salah, paling sy laporan dulu ke pimpinan, sy udh lapor sm beliau, cm akhir2 ini beliau jg cukup sibuk krn pegang RSUD Lembang jg, nanti sy followup lgi, Blm tau jg agenda beliau dimn2 nya, sy pelaksana di bidang Yankes.

Hingga berita dugaan kasus salah diagnosis ke mantan Pasien Nana Supriatna terpapar reaktif B20, untuk berita keempat kalinya ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Pejabat Dinkes KBB masih No, Coment.

(Red@ps)