Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Pendidikan

Miris, Satu Tahun Ngajar di SMPN 1 Purwakarta, Dua Guru Titipan Mantan Pejabat Tidak Digaji

Admin3 Maret 20260 views3 menit baca
Miris, Satu Tahun Ngajar di SMPN 1 Purwakarta, Dua Guru Titipan Mantan Pejabat Tidak Digaji

Menelisik Dana BOS di SMP Negeri 1 Purwakarta

‎Purwakarta – Penasakti.com // Potret suram perlakuan terhadap gaji guru terjadi di SMP Negeri 1 Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Miris, Satu Tahun Ngajar di SMPN 1 Purwakarta, Dua Guru Titipan Mantan Pejabat Tidak Digaji
Miris, Satu Tahun Ngajar di SMPN 1 Purwakarta, Dua Guru Titipan Mantan Pejabat Tidak Digaji

Dua orang tenaga pendidik tidak pernah mendapatkan gaji meski telah mengajar di SMP Negeri 1 Purwakarta selama kurang lebih satu tahun.

‎Menurut informasi dari wakil kepala sekolah, Agung mengatakan, keduanya merupakan tenaga pendidik keluarga salah satu mantan Pejabat yang dititipkan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Purwakarta.

‎”Neneknya dulu pejabat Pemda, trus dititipkan ikut mengajar disini”, ujar Agung.

‎Untuk mendapatkan informasi yang akurat, Tim Liputan Penasakti.com mencoba meminta untuk dapat wawancara langsung dengan Kepala SMP Negeri 1 Purwakarta.

‎Alih-alih langsung dipertemukan dengan kepala sekolah, salah satu resepsionis SMP Negeri 1 Purwakarta justru diduga melakukan percobaan suap kepada wartawan, dengan cara memberikan amplop berisi sejumlah uang agar wartawan segera meninggalkan sekolahan.

‎” Ini titipan dari pak kepala sekolah”, jelasnya”.

‎Ada apa dengan SMP Negeri 1 Purwakarta sehingga lebih memilih melakukan upaya penyuapan dibanding wawancara dengan awak media?

‎Ini jelas sebuah upaya menghalangi tugas jurnalis untuk mendapatkan informasi keterbukaan publik khususnya di SMP Negeri 1 Purwakarta.

‎Usai menunggu kurang lebih satu jam, Tim Liputan Penasakti.com akhirnya dipertemukan dengan Kepala SMP Negeri 1 Purwakarta H. Patoni. M.Pd.,MM.

‎Kepada awak media Patoni menyampaikan, memang di SMP Negeri 1 Purwakarta ada dua guru yang tidak memiliki legalitas resmi dan selama satu tahun bekerja tidak pernah menerima gaji.

‎Namun, dengan tegas Patoni membantah, keduanya bukanlah guru titipan dari salah satu pejabat, mereka murni mengajar atas kemauan sendiri tanpa menuntut gaji.

‎” Neneknya dulu pejabat dan benar keduanya belum pernah digaji karena dana bos tidak boleh digunakan untuk gaji honor yang belum masuk dapodik”, jelas Patoni.

‎Kondisi memprihatinkan ini, diharap segera mendapat tindakan tegas dari Pemerintah utamanya Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, agar tidak ada lagi guru yang terabaikan jasa-jasanya meski telah mengajar selama bertahun-tahun.

‎Dimana rasa kemanusiaan Pemerintah utamanya Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, yang telah membiarkan ironi ini berjalan cukup lama tanpa ada solusi yang nyata.

‎Dibalik megahnya gedung yang diresmikan oleh Dedi Mulyadi pada tahun 2013 lalu, ternyata menyimpan pilu yang amat dalam yang dirasakan oleh dua orang guru SMP Negeri 1 Purwakarta.

‎Sekolah yang semestinya mengajarkan sila-sila kemanusiaan kepada para siswa, justru diduga kuat telah memperlakukan dua orang guru tanpa mengedepankan perikemanusiaan dalam waktu yang sudah cukup lama.


‎( Penulis: Agus YL )