Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Pembatasan Jam Besuk Serta ketatnya Penjagaan Security RSU Dr Slamet Bikin Tidak Nyaman Pembesuk

Admin4 Desember 20230 views2 menit baca
Pembatasan Jam Besuk Serta ketatnya Penjagaan Security RSU Dr Slamet Bikin Tidak Nyaman Pembesuk

Penasakti.com //  Garut 4/12/2023 – RSU dr. Slamet adalah rumasakit yang cukup terkenal dan besar juga pasilitasnyapun cukup lengkap, sehingga banyak warga masyarakat yang memilih berobat ke RSU dr. Slamet juga menjadi referensi rujukan dari puskemas puskesmas di daerah.

Pembatasan Jam Besuk Serta ketatnya Penjagaan Security RSU Dr Slamet Bikin Tidak Nyaman Pembesuk
Namun dibalik itu semua ada beberapa kebijakan pihak rumah sakit yang membuat para pengguna jasa kesehatan baik pasien maupun pengunjung yang akan melayat kerabatnya yang sedang dirawat tidak nyaman dengan pembatasan jam besuk yang di berlakukan pada malam hari, juga security yang terlalu tegas sehingga para pembesuk yang ingin melayat terpaksa harus pulang kembali karena ketatnya pelaturan yang dibuat.

Salah seorang naras sumber yang tidak ingin di sebutkan identitasnya, kepada Awak media mengeluhkan ketidak nyamanan pelayanan security di RSU dr. Slamet Garut yang terkesan arogan.
” Abdi teh urang kampung, jauh jauh hyong ngalayad wargi, Ari pas ka gerbang , para satpam mni tegas nyebat teu tiasa lebet, alesan supados nyaman kanu di rawatna, atuh Abi teh kapaksa uih deui bari perjalanan ti bumi k RSU dr. Slamet teh sekitar 4 jam. Tuturnya.

” Saya ini orang kampung, jauh – jauh hanya ingin melayat saudara, tapi gk bisa masuk karena pelaturan besuk sangat ketat.04/12/2023.

Selain itu entah kebijakan dari pihak Rumahsakit entah kebijakan dari lembaga security, yang memberlakukan penyimpanan KTP dengan id card baik itu untuk pelayat, maupun untuk yang menemani pasien, dan yang di simpan adalah KTP asli bukan fhotocopy, padahal KTP itu adalah data pribadi yang harus di simpan oleh pemiliknya.

Ipan salah seorang Eksekutif Gemantara kab. Garut menyampaikan pula kepada awak media” menyayangkan kebijakan yang mengharuskan penitipan KTP asli, “Sebaiknya yang di jadikan penukaran dengan id card itu cukup fhotocopy KTP, karena jika KTP asli yang di titipkan, terus jika ada insiden yang tidak di inginkan, kebakaran contohnya apa pihak rumah sakit akan bertanggung jawab dengan ktp-ktp itu, sedangkan berapa ratus KTP yang di kumpulkan di sana, untuk itu Dia berharap pihak rumah sakit perlu dan harus meninjau ulang kebijakan tersebut pungkasnya.

( Yans bilawa)