Pesawaran, Lampung || Penasakti.com – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pesawaran berkolaborasi dengan Sentra Handayani Jakarta menyelenggarakan kegiatan operasi katarak gratis bagi ratusan warga Kabupaten Pesawaran yang tersebar di 11 kecamatan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya kesehatan mata, bagi lanjut usia dan masyarakat rentan yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Program ini juga menjadi wujud sinergi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pilar-pilar sosial dalam memperkuat perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendamping PKH Kabupaten Pesawaran, Amri Wibowo, mengatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan membantu masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap layanan operasi katarak, baik karena faktor ekonomi, geografis, maupun minimnya informasi mengenai layanan kesehatan.
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan operasi, tetapi juga memastikan seluruh peserta mendapatkan pendampingan secara menyeluruh mulai dari proses pendataan hingga kontrol pascaoperasi.
Dengan demikian, manfaat yang diterima masyarakat dapat berlangsung secara optimal,” ujar Amri Wibowo.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim pelaksana, peserta program berasal dari 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran.
Mereka terdiri atas lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat rentan yang telah melalui proses identifikasi oleh pendamping sosial, pemerintah desa, serta pilar-pilar sosial di tingkat kecamatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan untuk memastikan pelayanan berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan standar medis.
Tahap pertama diawali dengan proses asesmen dan pendataan calon penerima manfaat.
Pada tahap ini, Pendamping PKH bersama aparatur desa, pekerja sosial, dan relawan melakukan penjangkauan kepada masyarakat yang diduga mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Asesmen dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan calon peserta.
Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penerima manfaat sekaligus memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan skrining kesehatan dan pemeriksaan mata yang dilakukan oleh tenaga medis dan dokter spesialis mata.
Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan umum, tingkat keparahan katarak, serta faktor risiko lain yang dapat memengaruhi tindakan operasi.
Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan medis kemudian dijadwalkan untuk menjalani operasi katarak secara gratis di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh penyelenggara.
Selain tindakan operasi, program ini juga memberikan perhatian khusus pada layanan pascaoperasi.
pendamping bersama tenaga kesehatan melakukan pemantauan secara berkala melalui kegiatan kontrol pascaoperasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Layanan kontrol meliputi pemeriksaan kondisi mata, evaluasi hasil operasi, pemberian edukasi mengenai perawatan pascaoperasi, serta tindak lanjut apabila ditemukan keluhan atau komplikasi.
Amri Wibowo menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang menjalani operasi, tetapi juga dari kualitas pendampingan dan keberlanjutan layanan yang diterima masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa peserta tidak berhenti pada tahap operasi saja.
Kontrol pascaoperasi menjadi bagian penting untuk memastikan penglihatan peserta pulih dengan baik sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor utama dalam menyukseskan program tersebut. Sinergi antara Sentra Handayani Jakarta, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, pemerintah desa, serta pilar-pilar sosial telah memperluas jangkauan layanan hingga ke masyarakat yang berada di wilayah pedesaan.
Program operasi katarak gratis ini sejalan dengan semangat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas hidup lanjut usia melalui pemenuhan akses terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.
Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan yang dapat ditangani melalui tindakan operasi.
Namun, tidak sedikit masyarakat yang belum memperoleh layanan tersebut karena keterbatasan biaya maupun akses terhadap fasilitas kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya lanjut usia dan kelompok rentan, yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan kembali fungsi penglihatannya sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan kemandirian.
Kolaborasi antara Pendamping PKH Kabupaten Pesawaran dan Sentra Handayani Jakarta diharapkan dapat menjadi model praktik baik dalam penyelenggaraan layanan sosial dan kesehatan berbasis kolaborasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya program ini, Kementerian Sosial Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat peran pilar-pilar sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di Indonesia.
(Ikbal)

