Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Pendidikan

Pendidikan Tanpa Kejelasan

Admin22 Juni 20250 views3 menit baca
Pendidikan Tanpa Kejelasan

“Penulis M. Padilah Ramadan”

Situbondo || Penasakti.com – Dalam sejarah perjalanan bangsa ini, dunia pendidikan mengalami banyak persoalan yang dihadapi.

Dari sebelum kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan 17 agustus 1945. Sejak bangsa ini dijajah oleh bangsa asing mulai, belanda, jepang, hingga portugis, konsep pendidikan selalu berubah.

Bangsa ini di didik oleh para kolonialisme dengan dalih mencerdaskan kehidupan bangsa, fisik disedot habis membabi buta dengan berbagai macam cara untuk memuaskan kepentingan mereka.

Sejak zaman dulu, pendidikan bangsa ini hanya menghamba pada penguasa demi tujuan hasratnya.

Politik pendidikan merupakan intrumen mencerdaskan bangsa. Namun, pada realitasnya hanya sebuah pembodohan yang dihias halus seolah tidak ada noda.

Secara Umum, tujuan pendidikan berangkat dari sebuah asumsi guna mengembangkan potensi peserta didik. Kecerdasan (kognitif), keperibadian (Afeksi), dan keterampilan (Psikomotorik) yang dapat digunakan diasyarakat secara konstruktif melalui interaksi atau komunikasi yang masif.

Mengutif dari jacques Dealors, cs., tujuan pendidikan adalah Learning To know (Belajar untuk mengetahui), Learning To Do (Belajar untuk berbuat), Learning To Be (Belajar untuk menjadi Dirinya Sendiri).

Secara garis besar dapat kita simpulkan bahwa pendidikan sejatinya bukan untuk pembodohan melainkan mencerdaskan.

Sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 31 ayat (3) menyatakan bahwa,

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak yang mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan Undang – Undang,”

Sedangkan, Kondisi pendidikan bangsa ini tidak menemukan kejelasan antah berantah arah tujuan pendidikan saat ini.

Apakah pendidikan saat ini sudah menerapkan konsep keadilan atau kesetaraan bagi masyarakat ..? Sudahkah hal itu terjadi..? atau tetap saja condong dengan penghambaan pada penguasa..?

Atau sengaja dibuat seperti ini, agar kemudian pendidikan tidak menjadikan bangsa ini cerdas, kritis, bahkan jauh dari memikirkan persoalan – persoalan yang dihadapi.

Setiap lima tahun sekali, kontestasi slalu dilakukan oleh bangsa ini untuk menentukan siapa kepala negara yang layak.

Namun, setiap lima tahun pula, konsep pendidikan slalu saja berubah dengan dalih sebuah solusi untuk kemajuan pendidikan bangsa ini.

Benar – benar sebuah solusi untuk pendidikan yang tidak menemukan kejelasan, atau pengalihan demi sebuah pengamanan kepentingan..?

Jika benar begitu, maka pendidikan hari ini tidak jauh berbeda dengan kondisi dimana kita dijajah oleh kolonialisme demi terpenuhinya hasrat mereka.

Bahkan bisa disebut sedang terjadi disparitas yang jauh antara idealitas dan realitas.

Pendidikan yang mengharapkan agar bangsa ini menjadi bangsa yang berkualitas dengan beberapa kebijakan politik yang dibuat pemerintah.

Justru berbanding terbalik dengan keadaan pendidikan yang mengarah pada terbentuknya bangsa yang tidak berkualitas dan tidak memiliki karakter atau identitas yang jelas.

“Maka, akan dibawa kemana bangsa ini.? dan mau di apakan pertiwi ini.?

(Dilansir oleh Yusi Putri)