Margahayu Kab bandung || Penasakti.com – Sampah menjadi PR bagi Masyarakat Umum Seluruh Indonesia khususnya, Pemerintah dan Rakyat harus bekerja sama bagaimana cara menanggulanginya, bagaimanapun konsep _Reuse_ _Reduce_ _Recycle_ yang menjadi Pijakan Pemerintah dalam setiap sosialisasi yang dilakukan pihak pemerintah.
Harus sejalan dan selaras dalam aktual-entitas di masyarakat akar rumput, Dikala Tempat pembuangan Sampah sudah penuh, dan di pekarangan rumah sudah kumuh.
Minggu 27 April 2025, bertempat di Sekretariat Satria Sunda Sakti, Seorang Pegiat Lingkungan Kang Onal yang juga pengelola sampah Limbah Kertas Maupun yang memanfaatkan Sampah menjadi Produk Industri serta Pengelolaan Sampah melalui tungku cerobong Asap di suatu Wilayah hadir dari pagi sampai dini Hari.
Muncul harapan bahwa Kabupaten Bandung menjadi identitas Kabupaten yang menata Kota serta mengelola Sampah lebih produktif di Jawa Barat khususnya di tiap kecamatan, yang di dukung juga oleh Desa – Desa setempat.
Yang akan di gagas oleh masyarakat Sunda serta Anggota Satria Sunda Sakti, Masyarakat pun berharap inovasi ini menjadi awal tanggung jawab bersama terkait tata kelola Sampah yang harus dilestarikan dan didukung bersama.
Menurut penuturan beberapa saksi mata yang juga masih terkagum – kagum dengan program dan aktivitas kelola sampah, tempat yang mereka sambangi begitu inovatif dan higienis
“Sangat membantu, untuk memberikan kesempatan kepada para pengangguran juga untuk mempunyai pekerjaan dan mengelola sampah masyarakat Sunda.
Entah bagaimana ceritanya, Masyarakat yang mungkin terlalu asyik makan beli produk dan tidak memperdulikan sampah sekitar atau mungkin sedang khusyuk dengan pekerjaan yang limbah nya berserakan, tidak menyadari bahwa ada Bencana melanda yang berpotensi.
Lebih mengesankan, Para pengurus Satria, Sangat mendukung bahkan di ikuti dengan riak tawa bercanda ringan seputar Sampah dan Juga kehidupan dan disambut Baik inovasi tersebut dan akan di mulai oleh keluarga Besar Satria Sunda Sakti di Akar Rumput.
Siap melayani dan berdiskusi dengan masyarakat secara langsung dan ikut mengelola Sampah di mulai dengan minyak jelantah, pembuatan Tungku besar juga rumah-rumah hingga menjadikan daerah bersih serta someah dan ramah.
Asep Syahrul Muharom

