Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
SOSPENDBUD

PERINGATAN MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW SMAN 5 KOTA SUKABUMI “MEWUJUDKAN KETAULADANAN HIDUP ROSULULLOH SAW DALAM SIKAP DAN PERILAKU SEHARI-HARI”

Admin25 Oktober 20230 views6 menit baca

Penasakti.com || Sukabumi – Rabu 26 Oktober 2023, 10 Keteladanan Nabi Muhammad SAW yang Baik Untuk Dicontoh! DR.H.Kohar Pradesa,S.Pd,MPd Sebagai Kepala Sekolah menginginkan suri tauladan Nabi Muhammad SAW bisa dicontoh oleh warga dan siswa-siswi SMAN 5 Kota Sukabumi dan juga oleh semua pengikutnya, sehingga meningkatkan ukhuwah islamiah dan mempererat tali silaturahmi kekeluargaan warga SMAN5 dan peningkatan prestasi belajar siswa.

Wartawan : Rudy Januar Susafha,A.Md,S.Pd,SE,M.Si
Wartawan : Rudy Januar Susafha,A.Md,S.Pd,SE,M.Si

Jumlah peserta dalam acara ini diikuti oleh kelasX,XI,XII sejumlah 1.300 siswa dan siswi SMAN 5 kota sukabumi beserta para guru-guru dan tenaga administrasi sekolah.

Wartawan : Rudy Januar Susafha,A.Md,S.Pd,SE,M.Si
Wartawan : Rudy Januar Susafha,A.Md,S.Pd,SE,M.Si

Menjadi umat islam sekaligus umat baginda besar nabi Muhammad SAW adalah suatu keistimewaan tersendiri bagi seorang muslim karena bagaimana tidak sosok nabi Muhammad sebagai penutup para nabi atau nabi terakhir di muka bumi adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama islam dan menjadi sosok panutan yang paling istimewa bagi umat islam di seluruh dunia.

Beliau membawa islam menjadi agama yang cinta damai dan mengajarkan kebaikan bagi para pengikutnya, tidak heran walaupun sosoknya telah wafat sekian lama namun ajaran baiknya dan peninggalannya mukjizatnya berupa kitab suci Al-Qur’an adalah salah satu warisan yang menjadi penunjuk kebaikan bagi umat islam di seluruh dunia saat ini.

Bahkan karena sosoknya yang begitu istimewa di mata umat islam setiap hari kelahirannya pun dirayakan dengan penuh suka cita dengan mengadakan acara keagamaan yang bertujuan untuk selalu meneladani sifat dan perilaku beliau selama masih hidup bagi umat-umat setelahnya.

Tidak heran jika banyak sekali sikap suri tauladan yang selalu diajarkan oleh para orang tua, guru, atau para pemuka agama islam untuk terus disebarkan dan diteladani dengan baik.

Dan, sebagai salah satu dari lima nabi yang diberi gelar ulul azmi yakni gelar yang diberikan kepada para nabi yang memiliki keteguhan hati yang tinggi. Meski diterpa berbagai rintangan saat menjalankan tugas menyampaikan ajaran Islam, mereka tetap sabar dan bertekad untuk mampu melewatinya. Oleh karena itu, sangat baik bagi kita umat islam meneladani sifat-sifat dari nabi Muhammad SAW tersebut sebagai panduan kita untuk menjalani kehidupan di dunia ini agar kita senantiasa melakukan kebaikan dan percaya dengan kuasa Tuhan.

Dan, apa sajakah sifat dan perilaku terpuji dari baginda besar nabi Muhammad tersebut? Untuk itu pada pembahasan kali ini kami akan membahas mengenai sifat dan perilaku suri tauladan dari nabi Muhammad SAW tersebut yang baik untuk dicontoh.
DR.H.Kohar Pradesa,S.Pd,MM Sebagai Kepala Sekolah menginginkan suri tauladan Nabi Muhammad SAW bisa dicontoh oleh warga dan siswa-siswi SMAN 5 Kota Sukabumi dan juga oleh semua pengikutnya, sehingga nanti kita mendapatkan syafaatnya.

Meneladani Perilaku Nabi Muhammad dalam Kehidupan Sehari-Hari
1. Seorang Pedagang Besar dan Jujur ​​
Pada usia 17-20 tahun Nabi Muhammad berdagang dengan seorang pedagang tua di Mekah. Namun, semua rekan dan mitra bisnis Muhammad mengakui keterampilan bisnis beliau, kejujuran dan profesionalisme dalam bisnis.

Di puncak kesuksesannya sebagai pengusaha yang jujur, ia mendapat kepercayaan dari jamaah Makkah untuk mendirikan sebuah perusahaan, yaitu Siti Khadijah. Gaji yang beliau terima untuk membawa barang dari Siti Khadijah kurang lebih empat ekor unta per bulan.

Dari sistem kerjasama dan bisnis atau model bisnis yang diarahkan oleh Nabi melalui akad syirkah yaitu sistem gaji dan bagi hasil (Mudharabah) dengan Siti Khadijah.

Lahirlah konsep-konsep ekonomi berbasis syariah, yang diterapkan dalam sistem bisnis saat ini. Memang ide bisnis Nabi Muhammad sangat menghindari dan menjauhi riba.

Sistem riba dalam ajaran Islam memang diharamkan, bahkan Nabi dan Allah Subhana wata’ala membencinya. Karena sistem riba menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak yang mengikat kontrak niaga atau sistem niaga.

2. Kerendahan Hati
Kerendahan hati merupakan sifat watak yang sangat penting dimiliki setiap orang, karena sifat inilah yang melahirkan berbagai sikap luhur dan menentramkan kehidupan masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad, beliau selalu rendah hati kepada siapapun dan tidak pernah menyombongkan diri bahkan atas kehormatan dan keistimewaannya.
Sabda Nabi dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari sebagai berikut:

Berdasar riwayat Umar r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian menyanjungku (secara berlebihan) sebagaimana orang-orang Nasrani telah menyanjung-nyanjung Isa Ibnu Maryam secara berlebihan, karena sesungguhnya aku hanya seorang hamba. Oleh karena itu, sebutlah (diriku) sebagai hamba Allah dan Rasul-Nya’.” (HR. Bukhari)

3. Akhlak Mulia
Rasulullah SAW pastinya memiliki akhlak yang paling mulia untuk dijadikan teladan bagi umatnya. Akhlaknya yang paling mulia selalu menyertakan pendapat yang baik, dia tidak pernah melakukan hal-hal buruk, berperilaku kasar dan tidak pernah berteriak.

Apalagi Rasulullah SAW tidak pernah membalas perbuatan buruk yang menimpanya kepada siapapun. Bahkan, dia mendoakan orang yang telah menganiayanya dengan perbuatan baik.
Sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Imam Ahmad dari Abu Abdillah Al Jadal, dia berkata: “Aku berkata kepada Aisyah: “Bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan keluarganya?” Aisyah menjawab:

“Dia adalah orang yang paling terpuji akhlaknya. ” Rasulullah tidak pernah berbuat keji, kasar dan tidak pernah berteriak di tengah pasar. Dia tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan. Tapi dia memaafkan dan memaafkan hal-hal jahat yang ditujukan padanya secara pribadi.” (HR. Imam Ahmad)

4. Kecintaan Nabi kepada orang lain
Kecintaan Nabi Muhammad terlihat dari sifat-sifatnya yang sangat mulia. Ia dikenal lemah lembut terhadap para sahabatnya, memaafkan mereka dan memohon kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan mereka.

Selain itu, nabi juga mengenal anak-anak dengan baik. Dikatakan bahwa ketika Nabi Muhammad sedang berdoa, dia mendengar seorang anak kecil menangis dan menjadi khawatir tentang anak itu. Kemudian Nabi mempercepat shalatnya karena mengetahui bahwa ibunya pasti sangat khawatir dengan tangisan anaknya.

Berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya aku mengerjakan shalat dan berniat untuk mengerjakannya dalam waktu yang lama.

Tetapi saya mendengar bayi itu menangis, jadi saya bergegas untuk menyelesaikan sholat. Karena saya tahu seorang ibu pasti sangat prihatin dengan tangisan anaknya.” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Karakter Akhlak Nabi yang Toleran
Sifat Nabi selanjutnya yang harus dimiliki setiap Muslim adalah selalu bersikap toleran. Sifat inilah yang menjadikan seseorang taat kepada Allah SWT : Sebisa mungkin misalnya, kesabaran menghadapi cobaan atau kejadian yang tidak menyenangkan dan kemampuan menerimanya dengan sepenuh hati.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits Anas bin Malik dalam Bukhari dan Muslim, ia berkata: “Saya pernah berjalan dengan Rasulullah SAW, yang pada waktu itu mengenakan sorban dari wilayah Najran dengan kepala tebal. Kemudian seseorang dari desa mengikutinya, yang berhasil mengejarnya.

Seorang penduduk desa menarik sorbannya sangat keras sehingga saya melihat bekas luka di sisi leher Nabi karena gaya tarik. Kemudian penduduk desa itu berkata :

“Wahai Muhammad, berilah aku harta Allah yang kamu miliki”, Rasulullah SAW menoleh dan tertawa. Dia memerintahkan untuk memberikan orang itu harta.” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Kedermawanan Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad dikenal karena kebesaran dan kedermawanannya. Bahkan ketika dia memiliki kekayaan, dia selalu berjuang untuk itu dengan Allah tanpa menuntut balasan sama sekali. Kemurahan hatinya banyak diceritakan dalam banyak hadits, salah satunya dalam hadits berikut:

“Rasulullah didatangi oleh seorang laki-laki yang meminta sesuatu kepadanya. Maka Rasulullah memerintahkan untuk memberi seseorang kambing dalam jumlah yang sangat banyak, yang jumlahnya sama dengan jarak antara dua gunung.

Akhirnya laki-laki itu kembali kepada kaumnya seraya berkata: “Wahai kaumku, masuklah ke dalam agama Islam, karena Muhammad akan memberimu hadiah agar kamu tidak lagi khawatir akan kemiskinan.” (HR.Muslim)

Wartawan : Rudy Januar Susafha,A.Md,S.Pd,SE,M.Si