Garut || Penasakti.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) di Kabupaten Garut, Jawa Barat kini tengah menjadi perhatian masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya komentar warga di media sosial yang meminta dilakukan audit dari pihak berwenang.
Dari sejumlah komentar warga, rata – rata yang dipertanyakan yakni fakta keberadaan jumlah siswa hingga transparansi anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan ( BOSP ) yang selama ini seakan tidak ada keterbukaan terhadap publik.
Salah satu contoh yakni PKBM Lathiefussalaam yang beralamat di Kampung Ciperang, Desa Sukarame, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.
Menurut keterangan dari sejumlah warga, di PKBM Lathiefussalaam jarang terlihat adanya kegiatan belajar masyarakat dalam jumlah siswa yang banyak.
Bahkan, yang mereka saksikan hanyalah kegiatan belajar menjahit yang dilakukan tiap hari Minggu dan itupun hanya sedikit sekali yang mengikuti.
” Yang sering saya lihat ada 11 orang belajar menjahit tiap hari Minggu”, ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Ironisnya, saat dikonfirmasi tim liputan Penasakti.com pada Senin ( 27/10/2025 ), Kepala PKBM Lathiefussalaam Jarkasi justru tidak bisa menyebutkan secara rinci jumlah keseluruhan siswanya di tahun 2024.
Jawban serupa juga disampaikan Jarkasi saat ditanya tentang besaran BOSP yang diterima oleh PKBM Lathiefussalaam. Lagi-lagi Kepala PKBM tersebut menjawab dengan perkiraan.
” Jumlah siswa sekitar seratus dan anggaran BOSP juga sekitar seratus, semua siswa disini terverifikasi”, ujarnya.
Sementara, menurut sumber data terpercaya, ditahun 2024 PKBM Lathiefussalaam telah menerima anggaran BOSP dengan nominal fantastis yakni 297 juta rupiah lebih, jauh berbeda dengan yang diakui oleh Kepala PKBM.
Selain itu, Kepala PKBM Lathiefussalaam yang sekaligus sebagai operator justru mengaku selama ini mendapat tekanan baik dari internal maupun eksternal.
Namun, saat ditanya lebih mendalam terkait tekanan tersebut, Jarkasi enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.
”Saya sudah sangat capek pak dapat tekanan dari internal dan eksternal, ya bapak tau sendiri lah”, ucap Jarkasi.
Selain PKBM Lathiefussalaam, keberadaan lembaga pendidikan non formal di wilayah Garut Selatan kini juga tengah mendapat sorotan dari sejumlah warga.
Melalui kolom komentar di salah satu pemberitaan, warganet meminta untuk segera dilakukan pengecekan terhadap keberadaan sejumlah PKBM di wilayah Garut Selatan yang diduga keberadaannya fiktif.
” Semua PKBM sebenarnya kebanyakan korup cek Garut selatan pak hampir 70% fiktif gak ada siswanya”, tulis warganet.
Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Garut khususnya Dinas Pendidikan lebih serius dalam menyikapi kondisi ini agar keberadaan PKBM lebih transparan, valid jumlah siswa dan jelas penggunaan anggarannya.
( Penulis: Agus YL )
PKBM di Kabupaten Garut Disorot Warga Wilayah Selatan, Diharap Ada Pemeriksaan
admin penasakti3 November 20250 views3 menit baca

