Penasakti.com || Sukabumi – Senin, 22 Desember 2025, Bertempat di Grandriung jalan. lingkar selatan kota sukabumi diadakan acara Program Pengembangan Kebudayaan Sarasehan WBTB dan Pemanfaatan OPK




Serta budayawan pelaku seni dan budaya, bapak walikota Sukabumi Boby Maulana menyampaikan isi pidato dalam acara tersebut yaitu :
“KA Sukabumi jalan KA selatan,mampir heula ngopi di prana, budaya lestari kudu dirawatna, pikeun jati diri urang sadayana.Warisan budaya tak benda merupakan kekayaan yang tidak ternilai.
Karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, pengetahuan tradisional, serta ekpresi budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Warisan ini menjadi cerminan jati diri, karakter, dan sejarah panjang masyarakat kota Sukabumi.
Pengusulan warisan budaya tak benda yang telah dilakukan untuk ditetapkan sebagai WBTB Provinsi, Indonesia maupun UNESCO,
“Merupakan langkah strategis dalam upaya perlindungan dan pelestarian budaya daerah.
Pemerintah kota Sukabumi menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses inventarisasi, pengkajian, pengusulan,
Hingga penetapan warisan budaya takbenda untuk karya budaya kota Sukabumi yang telah ditetapkan yaitu uyeg sebagai WBTb Indonesia tahun 2028, gorong lisung, gotong siig, dan bahasa widal sebagai WBTb provinsi Jawa Barat tahun 2017.
Sedangkan mochi Sukabumi sebagai WBTb Indonesia tahun 2022, dan boleh sebagai WBTb Indonesia tahun 2024 serta karya budaya patambaan Siliwangi Al Fath, upacara payung agung, penca aliran sang maung bodas, dan lisung ngamuk dari pondok pesantren modern zikir Al Fath.
Yang telah melalui proses sidang penetapan warisan budaya takbenda provinsi Jabar untuk ditetapkan sebagai WBTb prop Jabar tahun 2026.
Melalui kegiatan saresehan dan diseminasi ini, saya berharap terbangun pemahaman bersama, penguatan jejaring, serta sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku budaya, dan masyarakat.
Dan kebijakan pelestarian budaya tidak hanya bersifat administratif, ttapi benar benar membumi dan dirasakan manfaatnya
(Rudy Januar)

