Garut || Penasakti.com – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang telah menggelontorkan Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2024 senilai 580 juta rupiah lebih guna program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Air Minum ( SPAM ) di Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja.

Anggaran senilai setengah milyar lebih tersebut, digunakan untuk pembangunan bak penampung air, pipanisasi, pemasangan water meter yang ditargetkan air mengalir sampai ke rumah warga.
Namun dalam pelaksanaanya, program ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah warga lantaran dianggap kurang keterbukaan informasi publik.
Sebanyak 165 sambungan rumah yang di targetkan selesai dengan anggaran D A K tahun 2024 senilai setengah milyar lebih tersebut justru hingga kini hampir masuk penghujung tahun 2025 belum rampung dikerjakan.
Bahkan, menurut informasi dari sejumlah warga, untuk menyelesaikan program ini Pemerintah Desa Tenjonegara Kecamatan Sucinaraja bakal menyuntik anggaran dari dana desa senilai 400 juta rupiah lebih.
Saat dikonfirmasi tim liputan penasakti.com pada Kamis ( 30/10/2025 ), Kepala Desa Tenjonegara Pelani Nugraha mengatakan, uang dari anggaran dana desa senilai 430 juta rupiah tersebut digunakan guna penambahan cakupan layanan air kepada masyarakat.
Menurut Pelani, dana alokasi khusus senilai 580 juta rupiah tersebut hanya untuk pemasangan 165 sambungan rumah. Sedangkan kebutuhan warga yang harus dilayani sebanyak 367 sambungan rumah.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihaknya menggunakan dana desa tahun anggaran 2025 senilai 430 juta untuk menyelesaikan program tersebut.
” Pipa yang dari gunung sebagian kami perbarui sebagian menggunakan yang lama dan hasil kesepakatan dengan warga kami akan menyelesaikan untuk warga yang tinggal di sebelah sisi kiri jalan dulu”, jelas Pelani.
Untuk anggaran, Pelani berujar, langsung masuk ke rekening Pokmas di tahun 2024 dan pelaksanaan pekerjaan juga dikerjakan oleh pokmas, dan bahkan ada swadaya dari masyarakat sehingga hasil volume pekerjaan yang digarap dapat melebihi yang telah ditargetkan.
”Untuk pengerjaan bak penampung warga ikut kerja bakti dan untuk pemasangan pipa semua menggunakan HOK”, ujarnya.
Sementara, tambahan anggaran sebesar 430 juta dari dana desa menurut Pelani, guna pengembangan atau penambahan cakupan layanan kebutuhan air masyarakat yang berjumlah 367 sambungan rumah ( SR ).
Anggaran DAK, lanjut Pelani, hanya ditargetkan untuk 165 SR sehingga untuk dapat memenuhi kebutuhan warga yang sebanyak 367 SR Pemerintah Desa Tenjonagara mengalokasikan anggaran dana desa tahun 2025 sebesar 430 juta.
” Panjang pipa pada kontrak kerja hanya 4,5 kilo meter, tapi hasil pekerjaan kami mencapai 5,8 kilo meter. Tambahan dengan dana desa itu merupakan hasil keputusan musdes”, kata Pelani.
Jadi dapat disimpulkan, program Spam di Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut menelan anggaran 1 Milyar lebih yang bersumber dari dua anggaran yakni DAK tahun 2024 dan dana desa tahun 2025 dengan target cakupan layanan sebanyak 367 SR.
Kondisi inilah yang kemudian mengundang tanya oleh sejumlah warga, lantaran dalam pelaksanaannya diduga kurang keterbukaan informasi publik.
Selain itu, sejumlah warga juga menyayangkan hasil pekerjaan yang dibiayai anggaran cukup fantastis tersebut, utamanya pemasangan pipa yang tidak semuanya terpendam sehingga dikhawatirkan mengurangi keawetan pipa tersebut.
” Pemasangan pipa kesannya semrawut, banyak yang tidak terpendam, apakah ini ketidakprofesionalan pengerjaan atau lemahnya pengawasan pihak desa kami belum tau”, ujar salah satu warga.
( Penulis: Agus YL )

