Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Puluhan Santri Ponpes Al Mansuriah Cibatu Garut Diduga Keracunan Menu MBG

Admin23 Juli 20261 views2 menit baca
Puluhan Santri Ponpes Al Mansuriah Cibatu Garut Diduga Keracunan Menu MBG

Puluhan Santri Ponpes Al Mansuriah Cibatu Garut Diduga Keracunan Menu MBG

‎Garut – Penasakti.com // Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang membawa berkah kesehatan justru berujung petaka bagi puluhan santri di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Puluhan Santri Ponpes Al Mansuriah Cibatu Garut Diduga Keracunan Menu MBG
Puluhan Santri Ponpes Al Mansuriah Cibatu Garut Diduga Keracunan Menu MBG

Sedikitnya 31 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansuriah, Desa Mekarsari, terpaksa dilarikan ke puskesmas setelah menyantap hidangan dari program tersebut pada Rabu (22/7/2026).

‎Suasana mencekam menyelimuti Puskesmas Cibatu pada Rabu malam. Mayoritas korban, yang merupakan santri usia sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP), tiba-tiba mengeluhkan sakit perut hebat, mual, pusing, hingga diare.

‎Mengingat fasilitas kesehatan lokal yang terbatas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut bergerak cepat mengirimkan bantuan ranjang lipat tambahan demi merawat korban yang terus berdatangan.

‎Korban yang tumbang rupanya tidak hanya berasal dari Ponpes Al Mansuriah saja. Diketahui, menu MBG yang didistribusikan pada hari yang sama juga menyasar sejumlah sekolah lain di wilayah tersebut, menambah daftar panjang korban.

‎Camat Cibatu, Budi Darmawan, membenarkan situasi darurat ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa memberikan angka pasti terkait jumlah total korban.

‎”Saat ini pihak kami masih terus melakukan pendataan mengingat korban masih terus bertambah. Belum bisa dipastikan, hingga kini masih ada santri yang berdatangan ke puskesmas,” tegas Budi.

‎Pemerintah Desa Mekarsari langsung mengambil tindakan sigap begitu mendengar kabar memilukan ini. Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadli, segera mengerahkan jajarannya menuju lokasi pesantren dan mengoordinasikan penanganan korban dengan pihak puskesmas.

‎Hingga berita ini ditayangkan, sumber pasti yang memicu keracunan massal tersebut masih menjadi teka-teki. Aparat berwenang bersama instansi kesehatan setempat tengah bekerja keras menelusuri akar masalah.

‎Penanganan difokuskan pada uji laboratorium terhadap sampel sisa makanan, serta mengaudit standar penyajian dan kelayakan dapur penyedia katering agar insiden serupa tak lagi terulang.


‎( Penulis: Agus YL )