Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Berita Utama

PUPR Tutup Mata, Perum Pesona Cipanas Town House Jadi Langganan Banjir

admin penasakti23 Desember 20250 views3 menit baca
PUPR Tutup Mata, Perum Pesona Cipanas Town House Jadi Langganan Banjir

*Menurut keterangan warga setempat  Perum Pesona Cipanas Town House Jadi langganan banjir akibat pembangunan rabat beton yang tak kunjung selesai”

Garut || Penasakti.com – Dampak hujan deras Senin dari pukul 16:00 WIB sampai pukul 19:00 WIB, air dengan cepat meluap dari saluran draenase jalan KH Anwar Musaddad masuk ke Perumahan Pesona Cipanas Town Hourse,

Sekira pukul 19:10 WIB air sudah masuk ke dalam perumahan kurang lebih 60 cm atau selutut orang dewasa, sampai diatas mata kaki, Senin (22/12/2025)

Mirisnya, Sudah bertahun – tahun terjadi, sebelum perbaikan jalan rabat beton,saluran draenase yang berada di titik nol jl KH Anwar Musaddad kurang lebih 200 meter dari perempatan jl Garut – Bandung Desa Tanjung Kamuning kecamatan Tarogong Kaler kabupaten Garut.

Setiap turun hujan selalu banjir, salah satu penyebabnya ada kelalaian PUPR tidak ada pemeliharaan dan perbaikan untuk saluran draenasenya,

Terkesan dinas terkait menutup mata tidak pernah memperdulikan dampak dikala hujan terus menerus air meluap ke jalan kabupaten sampai kepemukiman warga pemerintah setempat pun diduga seolah olah tidak peduli.

Menurut keterangan warga penghuni perumahan Pesona Cipanas Town Hourse,banjir ini bukan yang pertama kali tetapi sudah sering terjadi setelah perbaikan jalan rabat beton di jl. KH Anwar Musaddad dinaikan ketinggiannya pada tahun 2023.

Dampak dari jalan di tinggikan akses jalan keperumahan kami tidak di perbaiki dan aksesoris jalan pun atau draenasenya tidak di perbaiki sudah bertahun – tahun,

Seharusnya jalan diperbaiki draenasenya pun harus di bangun supaya tidak terjadi banjir,akhirnya sekarang rumah yang di depan sudah pada pindah karena selalu kebanjiran.

Banjir diperkirakan pukul 18:00 WIB, pas ketahuan banjir pada saat kami mau keluar jemput anak pakai kendaraan roda dua, kami tidak bisa melewati gerbang utama menuju jl. KH Anwar Musaddad,

Dikarenakan banjir kurang lebih sudah setinggi lutut orang dewasa, akhirnya kami harus melewati jalan perumahan sebelah cukup dilalui kendaraan beroda dua menuju ke Perumahan Dinar Lestari, gerbang kecil itu satu – satunya akses jalan penghubung dari jl. KH Anwar Musaddad menuju jalan Provinsi jl Garut – Bandung.

Warga pendatang menambahkan, banjir ini diduga disebabkan karena air kiriman dari hulu menuju hilir melalui draenase tidak tertampung karena draenase tersebut tidak diperbaiki.

Akhirnya air masuk ke Perumahan melalui gerbang utama dan dari pinggir perumahan ada sawah – sawah yang sudah tidak bisa di garap lagi oleh pemiliknya.

Sampai sawah tersebut suka dipancingi oleh warga dan sawah tersebut dipenuhi oleh tumbuhan eceng gondok, akhirnya pada saat hujan lebat terus menerus air meluap ke perumahan Pesona Cipanas.

Entah sampai kapan banjir ini akan berhenti dan dimana kepedulian pemerintah pada saat ini, ungkap salah satu warga saat mau melintasi gerbang keluar yang tidak mau disebutkan namanya.

Hingga tadi malam pukul 23:20 WIB air belum juga surut,bahkan rumah yang di dekat gerbang sebanyak tiga rumah masih tergenang air,semoga setelah berita ini ditayangkan dinas PUPR atau dinas terkait tidak menutup mata.

(Dewi)