Penasakti.com // Pesawaran Lampung — Rozi yuni, Ketua Organisasi Masyarakat – Gerakan Cinta Indonesia ( ORMAS – GERCIN ) Dpc Kabupaten Pesawaran, soroti pekerjaan proyek bangunan rehab gedung sekolah SMA Negeri 1 Kedondong

Rozi yuni menjelaskan kepada awak media Penasakti.com – “Bang, dari hasil pantauan kami tim yang melakukan investigasi di lokasi pembangunan di sekolah SMA N 1 Kedondong, yang baru saja selesai dibangun namun kami menduga hasilnya tidak sesuai bahkan diduga menyimpang jauh dari ketentuan ketentuan yang sudah ditetapkan. Jelas Rozi Yuni
“Saya ini ketua Ormas GERCIN DPC Pesawaran dan juga alumni SMA N 1 Kedondong sekaligus warga dilingkungan sekolah, sangat menyayangkan pembangunan gedung lokal kelas dan dua ruang laboratorium dari sumber dana DAK Fisik tahun 2023 (Dana Alokasi Khusus )
Diduga tidak sesuai dengan RAB yang ada, betapa tidak anggaran yang cukup pantastis sebesar Rp.2.039.613 604.
Dikerjakan oleh kontraktor selku pelaksana ( CV.Alpatih Perkasa dan kontraktor konsultan CV. Tri Paica Artha. ). imbuh Rozi yuni
” Menurut saya pengerjaanya jauh menyimpang dari perencanaan, kedalaman pondasi sebelah kanan diduga dikorupsi 10 cm x 15 Meter, Pondasi bagian sayap kiri ukuranya kedalaman diduga hilang 5 cm x 15 M. Atap bangunan salah satu gedung terpasang timpang dan miring /tidak center, saya yakin kalau diterjang angin pasti musibah akan terjadi. Tulang kanal atap yang seharus nya dipasang 12 kanal ternyata dipasang hanya 9 kanal, Belum atap yang yang lain saya menduga kurang juga, hingga terlihat jelas atap nya bergelombang menandakan tulang penyangga nya kurang. Kata rozi Yuni
“Ruang laboratorium dinding sayap kiri belum apa apa sudah retak dari atas sampai bawah. belum lagi tiang dan dinding bagian muka antara jendela dengan dinding bawah seharus nya di profil tapi ketika saya lihat tidak ada profil nya nampak polos, Al hasil pembangunan tersebut diduga menyimpang jauh dari RAB yang ada, saya lihat pemasangan tulang atap ruang Lab bagian muka itu nampak bergelombang . Tegas Rozi Yuni
” Menurur saya ini jelas saya menduga di jadikan ajang korupsi demi meraup keuntungan pribadi yang lebih besar sehingga tidak mengutamakan kualitas pekerjaan nya. Saya berharap kepada pemerintah terutama Dinas Pendidikan agar turun guna krouscek kebenaranya bila perlu kita bongkar guna memastikan kebenaranya. Kata Rozi Yuni
Saya selaku Ormas akan gunakan hak sesuai dengan fungsi nya akan segera melaporkan atas dugaan ini kepada BPK dan APH meminta agar menindak tegas sesuai dengan peraturan perundang undangan di Negara ini”Pungkas Rozi Yuni
Hingga berita ini diterbitkan pihak rekanan belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai keterangan
(Pewarta : Rudi Sapati As)

