Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Rudy Januar Susafha Ingatkan Bahaya Laten Narkotika dan Bullying terhadap Masa Depan Generasi Muda

Admin14 Juli 20260 views3 menit baca
Rudy Januar Susafha Ingatkan Bahaya Laten Narkotika dan Bullying terhadap Masa Depan Generasi Muda

Rudy Januar Susafha Ingatkan Bahaya Laten Narkotika dan Bullying terhadap Masa Depan Generasi Muda

Sukabumi || Penasakti.com – 14 Juli 2026 Tantangan dalam menjaga moral dan masa depan generasi muda Indonesia kian kompleks.

Dua ancaman besar yang saat ini menjadi sorotan utama adalah penyalahgunaan narkotika dan maraknya aksi perundungan (bullying).

Menanggapi fenomena ini, pengamat sekaligus praktisi pendidikan dan sosial, Rudy Januar Susafha, A.Md, S.Pd, SE, M.Si, memberikan peringatan keras mengenai dampak jangka panjang dari kedua bahaya laten tersebut.

Dalam pemaparannya, Rudy Januar Susafha menegaskan bahwa narkotika dan bullying adalah dua mata rantai yang saling berkaitan dalam merusak psikologis anak bangsa.

Korban perundungan yang tidak mendapatkan penanganan tepat sering kali mencari pelarian negatif, salah satunya terjerumus ke dalam lingkaran setan narkotika.

Narkotika Penghancur Potensi Diri dan Masa Depan Menurut Rudy Januar Susafha, peredaran narkotika saat ini tidak lagi memandang usia maupun status sosial.

Zat adiktif ini menyerang susunan saraf pusat secara instan, merusak fungsi kognitif, dan menghancurkan kemampuan berpikir kritis anak muda.

Narkotika bukan sekadar masalah pelanggaran hukum, melainkan pembunuhan massal terhadap potensi generasi penerus.

Sekali mencoba, masa depan akademis, karier, dan kesehatan mental mereka dipertaruhkan hingga titik nol,tegas Rudy.

Beliau menambahkan bahwa edukasi mengenai bahaya narkotika tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus ditanamkan secara berkelanjutan melalui kurikulum sekolah dan kedisiplinan di rumah.

Bullying Luka Tak Terlihat yang Mematikan Di sisi lain, aksi bullying baik secara fisik, verbal, maupun cyberbullying (perundungan siber) menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental remaja.

Rudy Januar Susafha menyoroti bahwa dampak psikologis dari bullying sering kali bertahan hingga korban dewasa, memicu kecemasan akut, depresi, bahkan kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri.

Banyak orang menganggap remeh bullying dan mengira itu hanya sekadar candaan remaja.

Padahal, bullying adalah tindakan destruktif yang mengikis rasa percaya diri korban dan menciptakan lingkungan sosial yang beracun (toxic).

Jika dibiarkan, korban maupun pelaku memiliki risiko tinggi mengalami penyimpangan perilaku di masa depan,jelasnya.

Sinergi Tiga Pilar: Solusi Pencegahan Komprehensif Untuk mengatasi kedua persoalan besar ini, Rudy Januar Susafha menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Tiga Pilar Utama, yaitu :

1. Lingkungan Keluarga Orang tua wajib membangun komunikasi yang terbuka, menjadi pendengar yang baik, serta peka terhadap perubahan perilaku anak.

2. Institusi Pendidikan Sekolah harus menerapkan kebijakan tegas tanpa toleransi (zero tolerance) terhadap pelaku bullying dan aktif melakukan deteksi dini pencegahan narkotika.

3. Masyarakat dan Pemerintah Pengawasan lingkungan sekitar serta penegakan hukum yang konsisten dari aparat berwenang guna mempersempit ruang gerak pengedar narkotika.

Sebagai penutup, Rudy Januar Susafha mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menutup mata.

Menjaga anak-anak dari narkotika dan bullying adalah investasi terbesar untuk memastikan Indonesia emas di masa depan diisi oleh generasi yang sehat fisik, mental, dan intelektual.

(Red)