Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Sejarah

SANG PEMIKIR DAN PEJUANG KH AHMAD SANUSI DARI SUKABUMI

Admin4 November 20230 views2 menit baca

Penasakti.com || Sukabumi – Profil KH Ahmad Sanusi Kiai Haji Ahmad Sanusi kerap disapa Ajengan Cantayan.

SANG PEMIKIR DAN PEJUANG KH AHMAD SANUSI DARI SUKABUMI
Pria ini lahir pada 18 September 1889 di Cantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Saat berusia dini, Ahmad Sanusi memulai pendidikannya dengan melakukan belajar sendiri bersama ayahnya.
SANG PEMIKIR DAN PEJUANG KH AHMAD SANUSI DARI SUKABUMI
Putra ketiga KH Abdurrahim ini kemudian melanjutkan pembelajaran di beberpa pesantren yang ada di Jawa Barat. Di antaranya terdapat di wilayah Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya.

Tamat dari pendidikan di Indonesia, Ahmad Sanusi terbang ke daratan Timur Tengah (Mekah, Arab) untuk melanjutkan sekolahnya lagi.

Selama lima tahun, 1910-1915, Ahmad Sanusi akhirnya lulus dan kembali ke tanah kelahirannya. Pesantren milik ayahnya bernama Cantayan.

Di tempat tersebut, Ahmad Sanusi membantu ayahnya dengan menjadi pengajar. Lebih dari itu, kemudian ia disuruh oleh ayahnya untuk membangun pesantren baru.

Nama pesantren tersebut adalah Babakan Sirna. Sekolah Islam ini didirikan oleh Ahmad Sanusi di Kampung Genteng.

Suprapto dalam (2009) menerangkan bahwa pria ini dikenal dengan sebutan Ajengan Genteng karena hal tersebut.

Tahun 1927, Ahmad Sanusi ditangkap oleh Belanda lantaran ada peristiwa pemutusan jaringan telepon (jalur Sukabumi-Bandung-Bogor).

Lokasi pesantren yang dekat dengan TKP membuat Sanusi akhirnya tertangkap. Pertama, pria ini dipenjara di Cianjur selama sembilan bulan.

Kemudian, berpindah ke beberapa tempat lain seperti Sukabumi dan Tanah Tinggi Batavia Centrum.

Falah dalam Riwayat Perjuangan (2009), bahwa alasan penangkapan Ahmad Sanusi dipelopori oleh pemikiran tokoh tersebut.

Ahmad Sanusi baru dijadikan sebagai anggota BPUPKI pada siding keduanya, siding tersebut dilaksanakan mulai 10 sd 17 Juli Tahun 1945.

Sejarah hidup dan pemikirannya dalam memperjuangkan kepentingan agama, bangsa, negara dan Masyarakat kala itu KH. Ahmad Sanusi dengan begitu beliau mengusulkan pendapat teantang bentuk Indonesia Merdeka yang menganut system Republik yang disetujui oleh semua peserta dan pimpinan sidang BPUPKI dan sampai saat ini Bentuk Republik digunakan.

Lima Tahun setelah Indonesia Merdeka KH. Ahmad Sanusi Menutup Umurnya pada tanggal 31 Juli 1950 kala itu usianya sedang menginjak 64 tahun.

Pemerintah Indonesia pada tanggal 3 november 2022, tepatnya hari kamis, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Mahfud MD Menteri Koordinator bidang politik, hukum dan keamanan yang merangkap tugas sebagai ketua dewan gelar tanda jasa dan tanda kehormatan dan kita ketahui sekarang KH. Ahmad Sanusi sudah resmi menjadi Pahlawan Nasional

(wartawan Rudy Januar Susafha,A.Md,SE,S.Pd,M.Si)