Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Siswa Diduga Keracunan di Kadungora Garut, Sikap Tertutup Dinkes dan SPPG Tuai Tanda Tanya

admin penasakti26 Mei 20260 views2 menit baca
Siswa Diduga Keracunan di Kadungora Garut, Sikap Tertutup Dinkes dan SPPG Tuai Tanda Tanya

Garut – Penasakti.com // Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis ( MBG ) yang mengguncang wilayah Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat menuai sorotan.

Siswa Diduga Keracunan di Kadungora Garut, Sikap Tertutup Dinkes dan SPPG Tuai Tanda Tanya
Siswa Diduga Keracunan di Kadungora Garut, Sikap Tertutup Dinkes dan SPPG Tuai Tanda Tanya

Sayangnya, di tengah situasi darurat ini, penanganan dari pihak berwenang justru diwarnai dengan sikap saling lempar dan bungkam.

Siswa Diduga Keracunan di Kadungora Garut, Sikap Tertutup Dinkes dan SPPG Tuai Tanda Tanya
Siswa Diduga Keracunan di Kadungora Garut, Sikap Tertutup Dinkes dan SPPG Tuai Tanda Tanya

Meski sejumlah siswa dan Guru SD Negeri 2 Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, terpaksa mendapatkan perawatan intensif namun langkah investigasi yang dilakukan pihak penyedia makanan justru tertutup rapat.

‎Saat dikonfirmasi awak media terkait insiden tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) memilih bungkam.

‎” Kami belum bisa memberikan keterangan”, kata kepala SPPG Hegar Sari.

‎Sikap serupa juga ditunjukkan oleh instansi teknis pemerintah. Saat dimintai keterangan mengenai langkah konkret yang diambil oleh Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas ( Sekdis ) Kesehatan Kabupaten Garut Yodi Sirojudin tidak memberikan jawaban yang pasti.

‎Alih-alih memberikan kejelasan kepada publik, Sekdinkes justru mengarahkan awak media untuk meminta keterangan langsung kepada Satgas Kabupaten Garut.

‎” Sesuai arahan pimpinan,
‎Hal hal terkait MBG informasinya terpusat di SATGAS, di pa Sekda / Asisten satu “, tulis Yodi Sirojudin dalam pesan singkatnya kepada Penasakti.com Selasa ( 26/05/2026 ).

‎Sikap tertutup ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak. Para orang tua korban dan masyarakat mendesak agar pemerintah daerah bersikap transparan.

‎Minimnya keterbukaan informasi ini memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat terkait akar masalah dari insiden yang mengancam keselamatan anak-anak tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan, Tim Liputan Penasakti.com masih berupaya untuk mendapatkan keterangan resmi dari pihak Satgas Kabupaten Garut maupun SPPG mengenai hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan.

‎Publik kini menanti ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera membuka tabir kelam di balik insiden yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat tersebut.


‎( Penulis: Agus YL )