Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Kesenian

Super Cuplis, Sosok Penolong Yang Dirindukan

admin penasakti20 September 20250 views2 menit baca
Super Cuplis, Sosok Penolong Yang Dirindukan

Garut || Penasakti.com – Di era tahun 90an, serial boneka Si Unyil menjadi tontonan yang sangat digemari oleh anak-anak dan bahkan kehadirannya selalu dinanti setiap Minggu pagi.

‎Film yang awalnya diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara ( PPFN ) ini, awalnya ditayangkan oleh TVRI sekitar tahun 1981 hingga 1993 dan sempat populer setelah tayang kembali di stasiun TV swasta sekitar tahun 2002.

‎Pada film serial Si Unyil, semua tokoh diperankan oleh boneka yang memiliki ciri khas masing-masing baik ciri fisik, gaya bicara hingga watak yang menggambarkan kehidupan sehari hari di salah satu pedesaan.

‎Meski telah lama menghilang dari layar kaca, namun nama-nama tokoh pada serial boneka Si Unyil hingga kini masih banyak kita jumpai di berbagai daerah sebagai nama alias karena memiliki ciri yang serupa.

‎Salah satunya Cuplis, di beberapa daerah, nama Cuplis masih sering kita jumpai sebagai sebutan atau nama alias karena beberapa faktor seperti, sifatnya, gaya rambut dan kesamaan ciri khas lainnya.

‎Ciri khas utama tokoh Cuplis dalam serial Si Unyil adalah perannya sebagai karakter “Super Cuplis” atau” yang diam-diam suka membantu orang lain tanpa banyak bicara.

‎Dalam aksinya, Cuplis selalu siap bertindak cepat, dan biasanya membantu tanpa pamrih tidak mengharapkan imbalan apapun sehingga dikenal memiliki jiwa pahlawan.

‎Di beberapa wilayah, nama Cuplis sering dipakai untuk menyebut anak-anak kecil yang kepalanya botak sehabis dicukur rambutnya pada usia sekitar dua atau tiga tahun.

‎Kebanyakan, panggilan tersebut tidak mendasar pada sifat tokoh Cuplis, namun lebih ke panggilan sayang karena si anak terlihat lebih lucu dan bersih mungil setelah rambutnya dicukur habis.

‎Panggilan Cuplis ini biasanya hanya berlaku untuk kalangan keluarga saja dan tidak berjalan lama, karena si anak akan merasa malu setelah beranjak dewasa.

‎Namun tidak bagi orang tua, kebanyakan mereka masih akan memanggil dengan sebutan Cuplis disaat mereka merindukan masa kecil anaknya meski si anak sudah memasuki masa remaja sebagai bentuk nostalgia.

‎Selain Cuplis, tokoh lain yang namanya hingga kini masih sering kita dengar adalah pak Raden, yang mana sering diterapkan untuk menyebut orang yang memiliki kumis tebal.

‎( Penulis: Agus Yuliantoro )