Garut – Penasakti.com // Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengakibatkan tanah longsor yang menimpa pemukiman warga di Kampung Loa, Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, pada Sabtu ( 04/04/2026 ).

Longsor yang terjadi di tiga titik tersebut setidaknya mengakibatkan dua rumah warga terancam dan satu rumah milik Mulyana RT 02/RW 05, mengalami rusak berat setelah tebing setinggi 8 meter yang berada di samping rumahnya ambrol dan menghantam bagian dapur.

Respon cepat dilakukan oleh Koramil 1103 Sucinaraja dan Polsek Wanaraja, dengan menerjunkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas guna melakukan evakuasi dan pendataan.
Babinsa Desa Cigadog Kopda Agus Tustiaji menyampaikan, langkah awal yang dilakukan yakni memastikan keamanan warga dengan mengarahkan korban terdampak untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Begitu menerima informasi, saya bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi warga dan melakukan langkah pengamanan awal,” ujar Kopda Agus Tustiaji.
Ditengah hujan yang takkunjung reda, petugas bersama warga melakukan upaya pembersihan material longsor hingga malam hari dengan ekstra waspada menghindari terjadinya longsor susulan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cigadog agar segera ditindaklanjuti ke BPBD Kabupaten Garut atau instansi terkait lainnya. Harapannya, dampak bencana ini bisa segera tertangani secara teknis agar masyarakat merasa tenang,” ujar Kopda Agus.
Menanggapi hal tersebut, Pjs Kepala Desa Cigadog Atik Tresnayadi memastikan, pihak pemerintah desa telah melaporkan bencana tanah longsor tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Garut.
”Tadi sudah ada dari BPBD yang datang ke lokasi, ngecek kondisi dulu pakai drone dan mungkin mau laporan dulu ke pimpinannya”, jelas Atik kepada Penasakti.com, Minggu ( 05/04/2026 ).
Meski telah sampai di lokasi, namun Lembaga Pemerintah non Departemen tersebut belum menunjukkan aksi sesuai yang diharapkan masyarakat.
Proses evakuasi masih dilakukan warga sekitar secara mandiri dan belum ada campur tangan BPBD yang semestinya bertugas melaksanakan penanggulangan bencana ditingkat daerah.
”Tadi BPBD ngasih terpal, mungkin untuk menutupi yang longsor”, pungkas Atik.
( Penulis: Agus YL )

