Garut || Penasakti.com – Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) yang menjadi prioritas nasional pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kini, kembali menjadi sorotan publik usai ditemukan belatung pada menu MBG di SMP Negeri 1 Bayongbong Kabupaten Garut Jawa Barat.



Menurut sejumlah informasi, belatung tersebut ditemukan berada pada potongan telur yang menjadi menu saat itu dan bahkan sempat diabadikan menggunakan kamera handphone, meski dengan durasi pendek kurang dari satu menit.
”Waktu itu belatungnya berada di atas telur pak”, ujar salah satu orang tua siswa.
Selain itu, keluhan juga muncul dari sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 1 Bayongbong terkait proses pendistribusian MBG Yang dijalankan oleh SPPG Yayasan Karya Utama Insani lantaran dianggap menimbulkan pemborosan.
Sejumlah orang tua dan siswa terpaksa harus mengeluarkan ongkos lebih untuk membayar ojek lantaran pengambilan makanan tidak dilakukan di sekolah melainkan di dapur SPPG yang jaraknya semakin jauh bahkan sulit akses transportasi.
” Sekarang ngambilnya di dapur jadi harus naik ojek, pokoknya makin ribet dan tambah boros”, kata salah satu orang tua siswa SMP Negeri 1 Bayongbong.
Saat dikonfirmasi Tim Liputan Penasakti.com, ahli gizi SPPG Yayasan Karya Utama Insani Hani membenarkan terkait temuan belatung tersebut.
Namun menurut Hani, temuan belatung tersebut sudah terjadi lama dan pihaknya juga telah menjalankan pengawasan sesuai prosedur nasional.
” Mekanisme pemasakan sebenarnya sudah sesuai standar cuman terkait belatung itu terjadi di luar pengawasan. iya memang temuan belatung tersebut pernah terjadi di SPPG kami”, Kata Hani kepada Penasakti.com Rabu ( 18/03/2026 ).
Sementara, terkait penyaluran MBG yang dilakukan di dapur SPPG menurut Kepala SPPG Yayasan Karya Utama Insani Ridwan, sudah melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Menurut Ridwan, hal tersebut dilakukan lantaran beberapa guru di SMP Negeri 1 Bayongbong ada yang sudah mudik sehingga pendistribusian MBG dilakukan di SPPG bukan di sekolahan.
” Pelaksanaan tersebut atas persetujuan para guru dan pihak sekolah, yang lain tetep dianterin ke sekolah cuman untuk SMP 1 minta diambil ke dapur saja karena guru-gurunya udah pada mudik”, ucap Ridwan.
Warga berharap, Pemerintah segera melakukan evaluasi secara menyeluruh utamanya terhadap SPPG Yayasan Karya Utama Insani, agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang dikelola Badan Gizi Nasional ( BGN ) berjalan sesuai regulasi sehingga dapat mewujudkan indonesia emas 2045 seperti yang digembar-gemborkan Pemerintah.
( Penulis: Agus YL / Yan SB )

