Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
PEMERINTAHAN

Wakil Bupati Garut Sidak RSUD dr. Slamet Garut, Fasilitas IGD Harus Segera Difungsikan

Admin26 September 20230 views2 menit baca
Wakil Bupati Garut Sidak RSUD dr. Slamet Garut, Fasilitas IGD Harus Segera Difungsikan

Kab GARUT || Penasakti.com – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (25/9/2023).

Wakil Bupati Garut Sidak RSUD dr. Slamet Garut, Fasilitas IGD Harus Segera Difungsikan
Dalam kunjungannya, dr. Helmi menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memaksimalkan pemanfaatan seluruh fasilitas RSUD dr. Slamet Garut.
Wakil Bupati Garut Sidak RSUD dr. Slamet Garut, Fasilitas IGD Harus Segera Difungsikan
“Ada satu fasilitas di depan, fasilitas ini dulunya adalah IGD (Instalasi Gawat Darurat). Nah ini saya minta dipercepat fungsinya, karena sebenarnya itu kan hanya tinggal ngecat aja, dicat ada yang bocor diperbaiki dikit lah gitu, yang bocor dua titik tadi,” ucap Wabup Garut.
Wakil Bupati Garut Sidak RSUD dr. Slamet Garut, Fasilitas IGD Harus Segera Difungsikan
Wakil Bupati berharap agar bangunan IGD segera dapat difungsikan. Helmi juga menekankan pentingnya persiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mengoperasikan IGD.

“Ini juga sedang dilakukan perbaikan dan juga tadi lihat lagi direhab ya, _keur mah_ sedikit kemudian direhab jadi makin sedikit ya, makanya nanti ada 2 tempat pelayanan di sini, _obgyn_ itu di wilayah ini dan di depan,” tuturnya.

Selain itu, Wabup Garut mengingatkan pihak rumah sakit untuk memperbaiki manajemen dan pengawasan, terutama terkait fasilitas seperti kursi roda dan blankar agar tidak hilang.

“Ya, makanya saya minta tadi tolong diawasilah. Ya. Barusan sudah ada katanya nanti diperketat di Satpam,” lanjutnya.

Dalam menghadapi kapasitas rumah sakit yang sudah melebihi batas _(overload)_, dr. Helmi menegaskan komitmennya untuk merehabilitasi bangunan IGD. Tujuannya adalah agar pelayanan kepada pasien dapat berlangsung lebih efisien dan tidak memakan waktu lama.

“Karena memang overload kita tidak cukup ya sehingga banyak antri masuk. Belum bisa, lama gitu, mau ke rumah sakit lama, masih lama. Ternyata ya di sana juga ada ruang yang kosong, yang belum difungsikan. Sebenarnya hanya cukup direhab sedikit,” tandasnya.

(Andi A Aziz/ diskominfo)