Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Nasional

Yusuf Darmaji Klarifikasi Terkait Realisasi BKK Panas Bumi Tahun 2023, Inspektorat Tidak Lakukan Monitoring karena Tidak Ada Temuan dan Laporan

Admin13 Agustus 20240 views3 menit baca
Yusuf Darmaji Klarifikasi Terkait Realisasi BKK Panas Bumi Tahun 2023, Inspektorat Tidak Lakukan Monitoring karena Tidak Ada Temuan dan Laporan

kabupaten Bandung // Penasakti.com – Senin 12 Agustus 2023, Penasakti.com kembali melakukan Observasi ke desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung,, yang juga sebagai penerima manfaat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Bonus Produksi Panas Bumi dari Giodiva.

Yusuf Darmaji Klarifikasi Terkait Realisasi BKK Panas Bumi Tahun 2023, Inspektorat Tidak Lakukan Monitoring karena Tidak Ada Temuan dan Laporan
Yusuf Darmaji Klarifikasi Terkait Realisasi BKK Panas Bumi Tahun 2023, Inspektorat Tidak Lakukan Monitoring karena Tidak Ada Temuan dan Laporan

Regulasi Penyaluran DBH panas bumi tersebut didasarkan pada Perbup Nomor 57 Tahun 2022, tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa yang Bersumber dari Bonus Produksi Panas Bumi di Kabupaten Bandung Tahun 2023.

Dalam Pergub No.80 /2022 Pemkab Bandung berharap Bantuan Keuangan Khusus Bonus Produksi Panas Bumi Prioritas nya Infrastruktur sarana Infrastruktur Desa.

Selain itu untuk fasilitas Kesehatan, pengembangan Inovasi Teknologi pengembangan sampah, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat desa terkait konservasi lingkungan.

Namun Perbub No. 80 tahun 2022 yang sudah di patenkan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna tersebut ternyata masih banyak yang tidak dimengerti oleh para Kades dan Perangkat Desa, bahkan banyak ditemukan alih fungsi dan tumpang tindih kegiatan dengan dana desa.

Kru Penasakti.com pada hari Senin 12 Agustus 2024 mencoba mencari pembanding atau Observasi ke desa Ciwidey, sebelum Kades datang Penasakti.com sempat Mengkonfrontir M. Ridwan Sekdes Ciwidey juga sebagai Kordinator TPK di realisasi Anggaran BKK Panas Bumi tahun 2023 lalu.

M. Ridwan memaparkan bahwa Desa Ciwidey masuk ring dua sebagai penerima manfaat mendapatkan dana BKK Panas Bumi dari Giodiva sebesar Rp. 103.194.000, semua kegiatan awalnya dijawab oleh M. Ridwan direalisasikan ke Infrastruktur.

Terkait kegiatan dilapangan M. Ridwan menjelaskan BKK Panas Bumi kalau nggak salah itu 82 % direalisasikan ke Pembangunan Posyandu, Rehab Kantor BPD, Pembangunan MCK, sedangkan Pemberdayaan Masyarakat Non Fisik Normalisasi Saluran Air 8 %, itu berdasarkan Musdus, pungkas Ridwan ke Penasakti.com pada hari Senin 12 Agustus 2024 lalu.

Pencairan BKK Panas Bumi tahun 2023 untuk Desa Ciwidey itu di tanggal 20 Desember 2023 akhir tahun, karena waktu pengerjaan di akhir tahun itu tinggal 10 hari, makanya di Desa Ciwidey Pengerjaan selesai pada bulan Januari 2024.

Berbeda dengan Klarifikasi Yusuf Darmaji kades Ciwidey, dihadapan para awak Media beliau katakan, kalau untuk kegiatan dan penggunaan anggaran BKK Panas Bumi itu sudah dilaksanakan semua, kita bisa tunjukkan objeknya atau fisik pengerjaan nya.

Hal yang menarik pun sempat dilontarkan oleh Yusuf Darmaji,, Alhamdulillah Desa Ciwidey hingga sekarang tidak dilakukan Pemeriksaan atau di Monitoring oleh Inspektorat, dan tidak ada sosialisasi dari pihak perusahaan menyangkut tehnis atau kegiatan dilapangan.

Ucapan yang sama disela konfirmasi dan klarifikasi Yusuf mengatakan Kecamatan Ciwidey hanya di Sempling entah satu atau dua desa saja oleh IRDA.

Untuk Desa Ciwidey Inspektorat tidak akan melakukan Monitoring, kan tidak ada laporan atau aduan dari masyarakat atau lembaga lainnya, karena terkait realisasi BKK Panas Bumi tahun 2023, hingga di bulan Agustus 2024 tidak dilakukan Monitoring oleh Inspektorat, pungkas Yusuf.

Lagi – lagi menjadi pertanyaan warga masyarakat yang berada di Zona Wilayah kerja Pertambangan (WKP) desa Ciwidey, memaparkan ke awak Media dalam hal penggunaan anggaran BKK Panas Bumi, itu bukan untuk kepentingan masyarakat, tapi lebih ke kepentingan Infrastruktur Para Pejabat dengan Perangkat Desa.

Yusuf Darmaji pun ketika diminta DRK kegiatan yang sudah terlaksana kan pun justru berdalih, beliau minta ijin waktu untuk berfikir, padahal warga masyarakat yang terdampak khusus nya, berharap ada keterbukaan dan ke transparan dalam menggunakan dana BKK Panas Bumi tersebut.

Bersambung

(Red@)